Presiden Timor Leste Ingin Perkuat Kerja Sama Ekonomi dengan Indonesia

Ramos-Horta turut sampaikan aspirasi Timor Leste untuk berkontribusi dalam upaya perdamaian ASEAN.
C. Bregas Pranoto
3 Juni 2026, 15:52
Timor Leste juga yakin dapat berkontribusi dalam upaya perdamaian ASEAN.
ERIA
Presiden Timor Leste José Ramos-Horta dalam Leadership Lecture ERIA School of Government, Jakarta (2/6).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Timor Leste José Ramos-Horta melihat ada potensi besar kerja sama ekonomi dengan Indonesia. Hal ini terwujud dalam beberapa kegiatan dari pembangunan hotel berbintang lima hingga investasi di sektor agrikultur dan laut.

Hal ini disampaikannya dalam di kantor pusat Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) School of Government di Jakarta (2/6).

Sejak terpilih kembali di 2022, Ramos-Horta mengatakan telah melakukan beberapa inisiatif untuk meningkatkan perdagangan ekonomi. Dia mendorong adanya kerja sama ekonomi, salah satunya melalui Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Menurut saya, 70 persen perdagangan Timor Leste berasal dari Indonesia,” ujarnya.

Ramos-Horta mencontohkan, Timor Leste membeli banyak minyak dari Pertamina, menggunakan jaringan Telkomsel, dan mengimpor banyak barang konsumsi, bahkan mengkonsumsi musik dan hiburan dari Indonesia.

“Jadi saat ini perdagangan dengan Indonesia sudah sangat pesat,” katanya

Menurutnya, salah satu bentuk investasi besar ini adalah pembangunan salah satu hotel berbintang lima di Dili. Diperkirakan sebentar lagi perizinan tanah untuk pembangunannya sudah selesai. Dia juga menambahkan sudah ada investor dari Jakarta dan Nusa Tenggara Timur untuk mengembangkan peternakan sapi, lobster, kepiting, hingga rumput laut.

Ramos-Horta mengatakan peternakan sapi sudah mulai dikembangkan di kota Suai, yang terletak di wilayah barat daya Timor Leste dan dekat dengan perbatasan Indonesia.

“Kami mengimpor sapi Brazil dan diternakkan di Suai. Setelah itu, kami ekspor ke Indonesia,” katanya.

Memperkuat Semangat Perdamaian di ASEAN

Dalam kesempatan terpisah, Ramos-Horta yakin Timor Leste dapat berkontribusi pada penyelesaian konflik secara damai di kawasan Asia Tenggara. Hal ini akan menjadi penting menjelang keanggotaan penuh Timor Leste ke ASEAN.

"Timor Leste berharap dapat berbagi pengalaman dalam rekonsiliasi dan pembangunan bangsa seiring semakin eratnya keterlibatan kami di kawasan," ujarnya dalam Leadership Lecture ERIA School of Government bertajuk “Leadership in Dangerous Times: Human Rights, Nation-Building, and Regional Diplomacy

Penerima Penghargaan Nobel Perdamaian ini menjelaskan stabilitas kawasan adalah upaya upaya bersama untuk mengubah pihak-pihak yang pernah berseberangan menjadi mitra yang dapat bekerja sama.

Ramos-Horta merujuk pada pengalaman rekonsiliasi Timor Leste dengan Indonesia pasca-referendum 1999. Menurutnya, hal ini tidak lepas dari hubungan diplomatis baik yang dibangun dengan beberapa Presiden Indonesia, termasuk B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid, dan Megawati Soekarnoputri, yang turut membuka jalan bagi proses transisi Timor Leste menuju kemerdekaan.

Selain itu, Timor Leste juga memilih untuk menempuh jalan rekonsiliasi agar mencegah terjebak dalam siklus balas dendam dan perpecahan.

"Kami memilih jalan rekonsiliasi nasional," katanya.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...