Viral Daftar Toko Online Diduga Mainkan Harga Masker, Anak Usaha Blibli Respons

Sejumlah toko online terindikasi memainkan harga dan distribusi pesanan masker di saat banyak warga membutuhkannya akibat paparan abu Gunung Anak Krakatau. FAS, anak usaha Blibli, pun buka suara.
Arif Hulwan
11 September 2026, 09:15
Ilustrasi. Permintaan masker sempat melonjak akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/tom.
Ilustrasi. Permintaan masker sempat melonjak akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Jakarta — Fluktuasi harga barang di e-commerce akibat aji mumpung terkait situasi darurat mestinya bisa dicegah lewat penerapan harga batas bawah dan batas atas. Filterisasi penjual (seller) sejak awal pun turut berkontribusi besar.

Kasus fluktuasi harga barang di e-commerce terakhir terkait dengan erupsi Gunung Anak Krakatau, akhir pekan lalu. Saat itu, muncul banyak imbauan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan abu vulkanik yang mencapai Jabodetabek hingga perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah. Bentuknya, pemakaian masker terutama masker saat beraktivitas di luar rumah.

“Pada wilayah yang terpapar abu vulkanik, untuk menjaga kesehatan pernafasan, lakukan kegiatan di dalam rumah. Apabila beraktivitas di luar rumah, pastikan menggunakan masker,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dikutip dari siaran pers BNPB, (6/9/2026).

Pemakaian masker ini didorong demi mencegah penyakit pernafasan. Dokter Tirta Mandira Hudhi menyebut abu vulkanik yang terlalu sering terhirup dapat mengganggu saluran pernapasan.

“Itu bisa menyebabkan reaksi alergi dan bisa menyebabkan gangguan saluran pernapasan pada atas bahkan pada kondisi parah bisa menyebabkan bronkitis," kata dia, dalam unggahan di akun TikTok pribadinya.

Jenis masker yang kembali disarankan ialah masker N95 (standar AS) atau KN95 (standar China). Dirancang untuk menyaring 95% partikel udara kecil, kedua jenis masker ini dianggap bisa memberikan perlindungan lebih baik dibandingkan masker kain atau masker bedah biasa. Publik pun segera berbondong-bondong mencari stok masker via minimarket, marketplace atau e-commerce, apotek, hingga mall.

Di tengah kebutuhan masker yang meningkat tersebut, warga malah mengeluhkan harga masker di online shop yang tiba-tiba naik belasan kali lipat harga normal di tengah gelombang erupsi Gunung Anak Krakatau.

Sejumlah warganet mengeluhkan pola unik sejumlah seller di Shoppe. Beberapa mengaku membeli masker saat belum booming permintaan, misalnya hari Jumat (6/9/2026) dan Sabtu (7/9/2026), dengan harga normal. Namun, usai momen lonjakan permintaan masker muncul, seller tiba-tiba meliburkan tokonya, yang membuat pengiriman tertahan berhari-hari tanpa kejelasan. Beberapa toko lain yang buka memajang harga masker yang melonjak berkali-kali lipat.

Berdasarkan pantauan Katadata sebelumnya, masker 3M N95 di toko resminya di Shopee mencapai Rp395 ribu per 20 pcs atau Rp19.700 per unit. Ada pula toko yang membanderol Rp166.600 per 25 pcs atau hanya  Rp6.600 per lembar.

Sebagai perbandingan, per Minggu (8/9/2026) masih ada toko online yang membanderol harga masker 3M N95 Rp3.000 per pcs. Ada pula penjual masker KN95 merek Kingfa yang membanderolnya dengan harga Rp38 ribu per 10 pcs atau Rp3.800 per lembar; serta masker KN95 merek Pokana dengan harga Rp161.500 per 12 pcs atau Rp13.500 per lembar. Di Tokopedia, masih ada penjual bukan toko resmi yang menjual masker N95 merek 3M dengan harga Rp160 ribu per 20 pcs atau Rp8.000 per lembar.

Netizen pun ramai-ramai merilis daftar toko online yang aji mumpung mengejar cuan dengan memanfaatkan situasi bencana, sambil mengajak pihak lain melaporkan atau memberikan review buruk pada toko-toko tersebut. Beberapa unggahan soal daftar toko aji mumpung saat bencana pun viral di berbagai platform media sosial.

Pengawasan ketat sedari awal

Bayu Sudjono, Operations Director, FAS (Fulfillment at Speed) yang merupakan anak usaha Blibli, menjelaskan fenomena aji mumpung semacam itu tak akan terjadi di ekosistem Blibli atau pun di seller online atau jenama yang bekerja sama dengan pihaknya.

"Di kami itu ada harga batas atas dan batas bawah. Ini untuk menentukan apakah harga yang diperjualbelikan normal atau tidak. kalau tidak, nanti ini di-flagging, nanti ada alert-nya. Misal, iPhone dijual Rp1 jt, bisa ketahuan ini bodong apa beneran," papar Bayu, di Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Sementara itu, lanjutnya, sebagai "perpanjangan dari brand," FAS memiliki prosedur ketat dalam hal penyaluran pesanan barang. Ini membuat seller tak bisa membatalkan pesanan begitu saja.

"Order di kita enggak bisa hilang. Inventaris reserve kalau sudah dipesan ya harus keluar," jelas Bayu.

Bayu Sudjono, Operations Director FAS (kedua kanan), dan Alvin Hadibowo, Commercial Director of FAS (kanan), dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (

Bayu Sudjono, Operations Director FAS (kedua kanan), dan Alvin Hadibowo, Commercial Director of FAS (kanan), dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (10/9/2028). (Katadata)

FAS mulanya merupakan perusahaan yang ditujukan memenuhi kebutuhan operasional, fulfillment (penyimpanan, pemrosesan), penjualan, pemasaran, distribusi pesanan, hingga customer experience di Blibli selama 15 tahun. Sejak 2024, FAS melebarkan layanan ke brand lain yang berjualan platform atau e-commerce apa pun, tak cuma Blibli.

Per 2025, FAS memiliki sekitar 100 klien dengan total nilai transaksi kumulatif (Gross Merchandise Value/GMV) sekitar US$200 juta.

Di tempat yang sama, Head of PR Blibli Nazrya Octora mengungkap sejumlah langkah yang bisa dilakukan jika ada seller atau brand di Blibli yang melakukan aksi ambil untung di tengah situasi bencana.

"Kita enggak punish, tapi kami rangkul, kami bantu," ucapnya.

"Kita ada namanya Pusat Edukasi Seller. Kalau males-malesan, langsung ke-alert. Kalau enggak respons, di-alert lagi. Enggak respons juga, bye kita putus," cetus Rya, panggilan akrabnya.

Menurut dia, penjual di Blibli sedari awal sudah tersaring dengan sistematis. Syarat berjualan pun tak cukup hanya KTP. Penjual harus memastikan komitmen berjualannya, termasuk tak mengubah-ubah barang jualan. Rangkaian saringan dari awal ini bertujuan meminimalisasi seller nakal yang merugikan konsumen.

"Jadi dari awal [penjual] sudah sistematis, sudah terfilter," jelas Rya.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...