Tol Pejagan-Brebes Timur Siap Layani Pemudik

Oleh Jeany Hartriani, 16/6/2016, 18.44 WIB

Untuk mempercepat transaksi, pembayaran tol dilakukan secara terintegrasi dari Jakarta hingga Brebes dengan sistem dua klaster.

Tol Pejagan-Brebes Timur Siap Layani Pemudik
Unduh Infografik
Share

Tol Pejagan-Brebes Timur telah diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 16 Juni 2016. Ruas yang merupakan bagian dari tol Trans Jawa itu disiapkan untuk mendukung kelancaran arus mudik lebaran 2016. Dengan berfungsinya ruas baru ini, perjalanan dari Merak, Jakarta, hingga Berebes Timur atau Cileunyi seluruhnya dapat ditempuh di jalan bebas hambatan tersebut.

(Baca juga : Presiden Akan Resmikan Tol Pejagan-Brebes Timur untuk Mudik Lebaran)

Pejagan-Brebes Timur meliputi dua dari empat seksi tol Pejagan-Pemalang, degan total panjang 57,50 km. Jalan tol Pejagan-Pemalang terdiri dari Seksi I Pejagan-Brebes Barat (14,20 km), Seksi II Brebes Barat-Brebes Timur (6 km), Seksi III Brebes Timur-Tegal Timur (10,40 km), dan Seksi IV Tegal Timur-Pemalang (26,90 km).

(Baca juga : Enam Tol Baru untuk Mudik 2016)

Proyek pembangunan tol ini sebenarnya telah direncanakan sejak 20 tahun silam. Namun, prosesnya mangkrak akibat kendala lahan dan tender yang kurang baik. Pengerjaan dilanjutkan pada Juli 2014, setelah Waskita Karya mengambil alih proyek tersebut dari Grup MNC. Waskita Karya mampu menyelesaikan pembangunan dalam waktu 14 bulan dengan investasi Rp 2 triliun.

Tarif Tol Pejagan-Brebes Timur ditetapkan Rp 20.000. Untuk mempercepat transaksi, pembayaran tol dilakukan secara terintegrasi dari Jakarta hingga Brebes dengan sistem dua klaster. Klaster pertama pengguna membayar Rp 109.500, dengan rincian Jakarta-Cikampek Rp 13.500 dan Cikampek-Palimanan Rp 96.000. Selanjutnya, klaster kedua Rp 55.000 yang menggabungkan pembayaran Tol Palimanan-Kanci sebesar Rp 11.500, Kanci-Pejagan Rp 24.000, dan Pejagan-Brebes Timur Rp 20.000. Dengan sistem ini, pengemudi hanya membayar di ujung perjalanan.