Izin Tak Layak, Penerimaan Negara Terhambat

Tim Riset Katadata

Selasa 26/9/2017, 16.00 WIB

Penetapan sistem perizinan tambang dan wilayah pertambangan yang tidak beres memperlihatkan karut-marutnya tata kelola minerba di Tanah Air.

Izin Tak Layak, Penerimaan Negara Terhambat

Sejak 2001, jumlah pemberian Izin Usaha Pertambangan (IUP) di sektor mineral dan batubara (minerba) melonjak tinggi. Dari hanya 750 izin pada 2001, per semester I-2017 jumlahnya telah mencapai 9.370 izin. Bahkan dari jumlah tersebut, sebanyak 3.312 izin belum memenuhi persyaratan Clean and Clear (C&C).

Obral IUP ini memiliki sejumlah dampak negatif. Dari segi lingkungan misalnya, ternyata ada lahan pertambangan yang berada di kawasan hutan konservasi dan hutan lindung. Luasnya mencapai 6,3 juta hektare atau 24 persen dari sekitar 26 juta hektare lahan pertambangan di kawasan hutan.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Penetapan sistem perizinan tambang dan wilayah pertambangan yang tidak beres ini, secara tidak langsung memperlihatkan karut-marutnya tata kelola minerba di Tanah Air. Efeknya berimbas pada macetnya penerimaan negara. Sampai Februari 2017, piutang negara dari PNBP minerba nilainya mencapai Rp 5 triliun, yang mayoritas berasal dari rezim IUP.

Pembenahan tata kelola pertambangan sektor minerba sudah mendesak. Pemerintah perlu memberikan perhatian dalam menata sistem perizinan serta pengawasan pertambangan. Ini agar dampak buruk terhadap lingkungan dan potensi korupsi dapat dicegah. Selain itu, negara dan masyarakat mendapatkan keuntungan manfaat yang optimal dari pertambangan minerba.

Natural Resource Governance Institute (NRGI)

Natural Resource Governance Institute (NRGI) adalah organisasi independen dan nirlaba yang membantu menyadarkan masyarakat mengenai manfaat dari kontribusi pertambangan, minyak dan gas serta mineral di daerahnya. Misi mereka mempromosikan tata kelola yang akuntabel dan efektif di industri ekstraktif.