Keterbukaan Data, Indonesia Masih Tertinggal

Tim Publikasi Katadata

Jum'at 13/10/2017, 13.00 WIB

Rendahnya keterbukaan data, khususnya di industri ekstraktif berdampak pada buruknya tata kelola pemerintahan dan persaingan tidak sehat antar-pelaku usaha

Keterbukaan-Data , Indonesia-Masih-Tertinggal

Tingkat transparansi data Indonesia masih tertinggal di kawasan Asia Pasifik. Indikator keterbukaan data yang dikutip Indeks Tata Kelola Sumber Daya 2017 menempatkan Indonesia di bawah Australia, India, dan Filipina. Kurangnya transparansi ini dapat berakibat negatif pada sektor ekstraktif.

Rendahnya keterbukaan data, khususnya di industri ekstraktif berdampak pada buruknya tata kelola pemerintahan dan persaingan tidak sehat antar-pelaku usaha tambang. Selain itu, juga membuka peluang terjadinya monopoli terselubung, pencucian uang, hingga tindak korupsi. Berbagai kondisi tersebut dapat berdampak pada berkurangnya pemasukan negara dari sektor yang menyumbang PDB sebesar 7,2 persen pada 2016.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Sejumlah inisiatif untuk mendorong peningkatan transparansi telah diterapkan di Indonesia, seperti Extractive Transparency Initiative (EITI) dan Open Government Partnership (OGP). EITI merupakan standar global di sektor ekstraktif yang melakukan perbandingan antara pembayaran perusahaan migas dan minerba dengan penerimaan pemerintah. Sedangkan OGP adalah kemitraan antar-negara yang beranggotakan pemerintah dan organisasi masyarakat sipil. OGP bertujuan mewujudkan pemerintahan yang efektif, efisien, dan akuntabel.

Natural Resource Governance Institute (NRGI)

Natural Resource Governance Institute (NRGI) adalah organisasi independen dan nirlaba yang membantu menyadarkan masyarakat mengenai manfaat dari kontribusi pertambangan, minyak dan gas serta mineral di daerahnya. Misi mereka mempromosikan tata kelola yang akuntabel dan efektif di industri ekstraktif.