Pengembangan Kilang untuk Ketahanan Energi

Oleh 18/12/2017, 15.00 WIB

Baik proyek RDMP maupun NGRR akan meningkatkan indeks kompleksitas kilang, untuk menghasilkan produk yang lebih bernilai (valuable) dan berkualitas.

Unduh Infografik
Share

PT Pertamina (Persero) menargetkan kapasitas produksi kilang naik dari 1 juta barrel stream per day (BPSD) menjadi 2 juta BPSD pada 2025. Upaya ini dilakukan melalui program Refinery Development Masterplan Program (RDMP) dan New Grass Root Refinery (NGRR) yang sedang berlangsung. Peningkatan kapasitas ini untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak yang terus meningkat.

Proyek RDMP meliputi pengembangan kilang Balikpapan, Cilacap, Balongan, dan Dumai. Dari keseluruhan proyek, pengembangan tahap pertama Kilang Balikpapan diperkirakan selesai paling awal yakni pada 2021. Sementara RDMP Kilang Dumai diperkirakan selesai paling akhir karena dinilai masih bisa memaksimalkan produksinya.

Selain modernisasi kilang, Pertamina juga membangun dua kilang baru di Tuban, Jawa Timur dan Bontang, Kalimantan Timur yang masing-masing ditargetkan selesai pada 2024 dan 2025. Baik proyek RDMP maupun NGRR akan meningkatkan indeks kompleksitas kilang. Ini berarti kilang-kilang Pertamina mampu menghasilkan produk yang lebih bernilai (valuable) dan berkualitas.

Pada praktiknya, pengembangan dan pembangunan kilang juga memiliki dampak positif dalam membuka lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar wilayah operasi.