Menurutnya, alam semesta terbentuk dari ledakan besar (big bang) dan akan berakhir di lubang hitam (black hole).

Stephen William Hawking adalah ahli fisika asal Inggris yang berhasil mengubah perspektif melihat tata surya di alam semesta. Dia meninggal di rumahnya di Cambridge, Inggris pada 14 Maret 2018 lalu, setelah menderita penyakit amyotrophic lateral sclerosis (ALS), kelainan syaraf yang dideritanya sejak berusia 21 tahun.

Akibat penyakitnya itu, kemampuan berbicaranya hilang. Untuk berkomunikasi, Hawking menggunakan komputer yang dikendalikan dengan gerakan alis dan pipinya, kemudian diterjemahkan menggunakan voice synthesizer.

Semasa hidupnya, ayah dari Lucy (47), Robert (40) dan Timothy (38) ini dikenal sebagai pribadi yang humoris. Dia pernah ditawari untuk mengganti suara komputer yang selama ini digunakan supaya terdengar lebih alami. Namun dia menolak dengan alasan karena suara beraksen campuran dari Skotlandia, Amerika dan Skotlandia yang dibuat pada 1986 tersebut adalah ciri khas dirinya.

Stephen Hawking mendalami kosmologi dan fisika kuantum di University College, Oxford dan University of Cambridge. Pada 1970, bersama matematikawan Roger Penrose, dia menghitung secara matematis menggunakan Teori Relativitas dan Teori Kuantum untuk menelusuri asal mula pembentukan alam semesta.

Menurutnya, alam semesta terbentuk dari ledakan besar (big bang) dan akan berakhir di lubang hitam (black hole). Kemudian pada 1974, dia mengemukakan bahwa lubang hitam akan memancarkan radiasi yang kemudian akan menghilang melalui ledakan hebat. Kalkulasi yang dilakukannya menunjukkan bahwa galaksi yang baru terbentuk dari ledakan tersebut berekspansi melalui inflasi pada skala kuantum yang pada akhirnya membentuk galaksi yang kita lihat saat ini.

Selain dikenal sebagai ahli fisika, Stephen Hawking juga seorang penulis buku populer dan professor di University of Cambridge. Bukunya berjudul A Brief History of Time telah terjual lebih dari 10 juta kopi dan diterjemahkan ke dalam 40 bahasa. Buku ini membawa ide-ide cemerlangnya tentang alam semesta semakin dikenal oleh publik dan memberikan ketenaran yang luar biasa kepada dirinya hingga saat ini.

Artikel Terkait
Jika Polandia tidak mengambil sikap yang tepat, Brexit akan menghancurkan pasar dalam negeri.