Infografik: Penyebab Defisit Transaksi Berjalan Tembus 3 Persen

Oleh Yosepha Pusparisa, 16/8/2019, 11.31 WIB

Pembengkakan defisit ini disebabkan berbagai macam faktor, yakni pembayaran utang luar negeri, penurunan harga komoditas, serta repatriasi dividen.

Unduh Infografik
Share

Defisit neraca transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD) pada kuartal II-2019 tembus angka 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pembengkakan defisit ini disebabkan berbagai macam faktor, yakni pembayaran utang luar negeri, penurunan harga komoditas, repatriasi dividen, dan perlambatan ekonomi global.

Selain itu, pembayaran bunga pinjaman luar negeri pemerintah dan swasta naik 24,8 persen. Dalam neraca perdagangan pun ekspor nonmigas turun dari US$ 38,2 miliar pada kuartal I-2019 jadi US$ 37,2 miliar. Defisit migas juga bertambah dari US$ 2,2 miliar jadi US$ 3,2 miliar.

Menurut Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA), David Sumual, perbaikan defisit transaksi berjalan merupakan proses jangka panjang. Sebab, defisit terjadi karena permasalahan struktur perekonomian yang bertumpu pada ekspor komoditas.

“Bahan baku produksi dalam negeri juga sebagian besar impor. Karena itu, investasi harus diarahkan untuk membangun industri bahan baku dan pendorong ekspor,” ujar David.