Infografik: Titik Kritis Seleksi Pimpinan KPK

Oleh Yosepha Pusparisa, 3/9/2019, 11.26 WIB

Jika calon-calon memiliki rekam jejak kelam, maka Pansel KPK juga dianggap turut melemahkan pemberantasan korupsi.

Unduh Infografik
Share

Dinamika seleksi pemilihan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023 diwarnai kontroversi. Persoalannya, Panitia Seleksi (Pansel) masih meloloskan calon-calon yang diduga terindikasi masalah. Pansel pun dinilai kebal terhadap saran dan kritik dari KPK maupun masyarakat.

(Baca: Pengamat: Masuknya Jaksa dan Polisi Jadi Pimpinan akan Lemahkan KPK)

Beberapa unsur jaksa dan kepolisian yang mengajukan diri dalam bursa calon pimpinan (Capim) KPK pun mendapat sorotan. Direktur Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti beranggapan keterlibatan jaksa dan kepolisian sarat kepentingan.

(Baca: Tren Korupsi Meningkat, KPK Dikebiri)

Hal senada disampaikan Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menyayangkan Pansel tidak mempertimbangkan isu rekam jejak para kandidat. Jika calon-calon memiliki rekam jejak kelam, maka Pansel KPK juga dianggap turut melemahkan pemberantasan korupsi.