Ridwan Kamil Sebut 3 Lokasi Ini jadi Ibu Kota Jabar

Oleh Andrea Lidwina, 11/9/2019, 06.10 WIB

Bandung dinilai tak cocok lagi menjadi pusat pemerintahan karena terlalu padat.

Unduh Infografik
Share

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melontarkan wacana pemindahan ibu kota provinsi. Dia mengusulkan tiga lokasi yaitu Walini, Kabupaten Bandung Barat; Tegalluar, Kabupaten Bandung; dan Segitiga Rebana (Cirebon, Subang, Majalengka) sebagai calon pengganti Bandung. Ketiganya dipilih karena memiliki keunggulan infrastruktur dan konektivitas.

(Baca: Tak Hanya Ibu Kota, Pemerintah Siapkan 10 Metropolitan Baru)

Walini didominasi perkebunan teh yang dikuasai PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII. Pembebasan lahan pun akan lebih mudah dilakukan karena termasuk aset negara. Selain itu, kawasan yang dilalui kereta cepat Jakarta-Bandung ini tengah dikembangkan sebagai kota metropolitan baru.

(Baca: Ridwan Kamil Usul Pindahkan Ibu Kota Jabar, Berapa Kepadatan Penduduk Wilayah Tujuan?)

Seperti Walini, Tegalluar juga akan jadi kota metropolitan baru. Oleh sebab itu, akses transportasi menuju desa ini sudah memadai, seperti jalan tol Cigatas dan Cisumdawu serta LRT Tegalluar-Bandung. Sementara itu, Segitiga Rebana didukung dengan infrastruktur yang siap digunakan, yaitu Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka dan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang.

Wacana pemindahan ibu kota Jawa Barat didorong ingin meningkatkan efektivitas kinerja pemerintah provinsi. Persoalannya, lokasi kantor pemerintahan saat ini terpisah-pisah. Bandung pun dinilai tak cocok lagi jadi pusat pemerintahan karena terlalu padat. Dengan pemindahan ibu kota, Bandung bisa melakukan pemulihan (city repair), sekaligus memunculkan kota baru yang modern.