Kesiapan Indonesia Hadapi Era Industri 4.0

Oleh Andrea Lidwina, 12/10/2019, 07.15 WIB

Berdasarkan hasil self-assessment, rata-rata indeks kesiapan industri manufaktur Indonesia ada di level 2,14 atau dinilai cukup siap.

Unduh Infografik
Share

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengklaim Indonesia sudah siap dalam menghadapi era industri 4.0. Ini terlihat dari hasil pengukuran Kemenperin melalui Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) yang berada di level 2,14.

INDI 4.0 merupakan indeks untuk mengukur kesiapan industri dalam menerapkan sistem industri 4.0. Indeks ini terdiri dari level 0 (belum siap), level 1 (kesiapan awal), level 2 (kesiapan sedang), level 3 (kesiapan matang), dan level 4 (sudah menerapkan).

(Baca: Ragam Alasan Berhenti Kerja di Era Industri 4.0)

Berdasarkan hasil self-assessment yang dilakukan setiap industri, rata-rata indeks kesiapan industri manufaktur Indonesia ada di level 2,14 atau dinilai cukup siap menerapkan industri 4.0. Selain itu, dua perusahaan di Indonesia pun telah menerapkan industri 4.0 dalam operasionalnya. Kedua perusahaan itu adalah Schneider Electric di Batam, Kepulauan Riau dan Petrosea di Tabang, Kalimantan Timur.

(Baca: Sektor Mana yang Paling Siap Terapkan Industri 4.0?)

INDI 4.0 merupakan salah satu upaya strategis Kemenperin untuk mempercepat penerapan industri 4.0. Jika terimplementasikan dengan baik, Indonesia berpotensi mengalami kenaikan pertumbuhan ekonomi sebesar 1-2 persen, kontribusi manufaktur terhadap PDB hingga 25 persen, rasio produktivitas terhadap biaya sebanyak dua kali lipat, dan menciptakan 10-15 juta lapangan kerja baru pada 2030.