Solusi Bank Dunia agar Indonesia Lolos dari Middle Income Trap

Oleh Dwi Hadya Jayani, 25/10/2019, 07.31 WIB

Bank Dunia menyarankan agar Indonesia mengoptimalisasikan pembangunan di kawasan perkotaan.

Unduh Infografik
Share

Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimistis Indonesia dapat lolos dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap) pada 2045. Pada saat itu, Indonesia akan berada di jajaran negara dengan ekonomi terbesar. Produk domestik bruto (PDB) ditargetkan mencapai US$ 7 triliun. Middle income trap adalah situasi ketika suatu negara sudah mampu mencapai kelas pendapatan menengah, tapi tidak dapat naik ke kelas negara maju. 

(Baca: Resmi Dilantik, Jokowi Optimistis Indonesia Jadi Negara Maju di 2045)

Bank Dunia menilai, salah satu cara yang dapat dilakukan agar Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah adalah dengan mengoptimalisasikan pembangunan di perkotaan. Indonesia, menurut Bank Dunia, belum mendapat manfaat dari urbanisasi.

(Baca: RI Jadi Ekonomi Besar Dunia, Chatib Basri Ingatkan soal Produktivitas)

Padahal, mayoritas penduduk Indonesia saat ini tinggal di daerah perkotaan. Saat ini, jumlah penduduk yang tinggal di kawasan perkotaan sebanyak 151 juta jiwa atau 56 persen dari penduduk Indonesia. Pada 2045, penduduk kota diproyeksikan mencapai 220 juta jiwa atau 70 penduduk dari total populasi.

(Baca: Adu Strategi Jokowi vs Prabowo Keluar dari Jebakan Pendapatan Menengah)

Selain itu kontribusi ekonomi, struktur pekerjaan, dan rata-rata pendapatan di perkotaan lebih tinggi dari daerah pedesaan. Kendati demikian, potensi tersebut tidak diiringi dengan pembangunan dan kesejahteraan pada masyarakat kota. Perkotaan di Indonesia menghadapi sejumlah tantangan, seperti kemacetan, polusi udara, munculnya kawasan padat dan kumuh, serta ketimpangan pendapatan.

PDB yang dihasilkan kota sepanjang 1996-2016 pun tidak sebesar dengan negara lainnnya di Asia Pasifik. Maka dari itu, Bank Dunia menyarankan untuk melakukan pembenahan kota dengan meningkatkan mutu layanan dasar dan infrastruktur. Saran lainnya adalah dengan menghubungkan penduduk dengan lapangan pekerjaan, kota-kota, desa, dan pasar global. Terakhir adalah dengan memastikan bahwa perkotaan Indonesia layak huni bagi setiap orang.