Kualitas Pendidikan Indonesia vs Singapura

Oleh Andrea Lidwina, 17/12/2019, 14.58 WIB

Salah satu pekerjaan rumah Mendikbud Nadiem Makarim adalah memperbaiki kemampuan siswa, seperti tercermin dalam survei PISA-OECD.

Unduh Infografik
Share

Singapura adalah salah satu negara yang memiliki kualitas pendidikan terbaik. Hal ini ditunjukkan dari hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA). Kemampuan siswa usia 15 tahun di negara tersebut dalam membaca, matematika, dan sains berada di peringkat kedua dari 78 negara. Sementara Indonesia masih duduk di posisi terbawah.

(Baca: Kemampuan Siswa Indonesia di Bawah Rata-rata OECD)

Salah satu upaya Singapura meningkatkan kapasitas siswanya dengan fokus pada pendidikan

STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Siswa wajib belajar matematika atau sains dari sekolah dasar hingga lanjutan. Setiap topik pelajaran pun harus dipahami secara konseptual.

(Baca: Pekerjaan Rumah Besar Menteri Nadiem)

(Baca: Sri Mulyani Sebut Masih Ada Korupsi Dana Pendidikan)

Dalam kegiatan belajar di sekolah, para guru dan murid pun menggunakan bahasa Inggris. Sebab, bahasa ini digunakan dalam ilmu pengetahuan dan perdagangan dunia. Dengan begitu, kefasihan siswa berbahasa Inggris bisa mendorong Singapura menjadi negara global.

(Baca: Incar Banyak Sekolah, Startup Pendidikan Cakap Galang Investasi)

Singapura juga mengutamakan kualitas guru dan lembaga pendidikan. Kegiatan belajar yang bersifat top-down (dari guru ke murid) membuat pemerintah menyiapkan anggaran besar untuk pelatihan dan gaji guru. Selain itu, semua lembaga pendidikan memiliki kualitas yang setara, baik di pinggiran maupun pusat kota, dari politeknik hingga universitas.