Strategi di Negara Lain dalam Menghadapi Corona

Oleh Andrea Lidwina, 26/3/2020, 09.06 WIB

Setiap negara memiliki strategi yang berbeda-beda dalam menghadapi pandemi Covid-19. Ada yang menerapkan karantina, ada yang pembatasan interaksi.

Unduh Infografik
Share

Setiap negara punya strategi berbeda dalam menghadapi penyebaran virus corona. Tiongkok, pusat awal wabah virus ini, mengisolasi secara penuh atau sebagian 15 kota di Hubei mulai dari tahun baru Imlek hingga 10 Maret 2020. Alhasil, jumlah kasus barunya secara harian kini terus turun.

(Baca: Cegah Penyebaran Covid-19, antara Social Distancing atau Lockdown)

Langkah ini pun diikuti Italia. Pemerintahan Guiseppe Conte memutuskan isolasi seluruh negara mulai 9 Maret 2020. Sebelumnya isolasi hanya dilakukan di 11 kota di Provinsi Lombardy dan Veneto. Namun, total kasusnya masih terus melonjak. Sebanyak 69,2 ribu kasus Covid-19 tercatat di Italia hingga Rabu (25/3).

(Baca: Kasus Positif Corona Melonjak, Malaysia Perpanjang Lockdown)

Sementara strategi berbeda dilakukan Korea Selatan. Negara ini melakukan pemeriksaan massal dan gratis untuk menahan laju penyebaran virus corona. Dalam sehari, sekitar 15 ribu orang dites di 50 titik bersistem drive-through. Masyarakat juga memiliki akses informasi terkait riwayat perjalanan pasien terinfeksi sehingga bisa menghindari area-area tersebut.

(Baca: Ragam Langkah Jokowi Meredam Covid-19)

Penanganan di Vietnam dan Taiwan sudah dimulai dari pencegahan dini pada tahap awal wabah Covid-19, seperti persiapan koordinasi yang jelas dan fasilitas kesehatan yang memadai. Total kasus di dua negara itu pun kini masih di bawah 300 kasus, dengan 12-13 persen di antaranya dinyatakan sembuh. Vietnam bahkan belum melaporkan adanya korban meninggal dunia.