KOMIK: Jumbo, Geliat Kreator di Era AI
Film animasi Jumbo yang tayang sejak lebaran, sudah ditonton lebih dari 6 juta orang hingga 25 April 2025. Berdasarkan data Cinepoint, film garapan Visinema yang disutradarai oleh Ryan Adriandhy ini sudah ditonton sebanyak 6,62 juta penonton. Ini membuat Jumbo menjadi film animasi buatan Indonesia yang paling laris di layar lebar.
Jumbo menyalip Si Juki: Panitia Hari Akhir yang tayang pada 2017 dengan 642.312 penonton, dan Nussa dengan 445.577 penonton pada 2021. Bahkan Jumbo juga sudah masuk ke jajaran lima besar film terlaris Indonesia sepanjang masa dengan menyalip Pengabdi Setan 2: Communion (2022) dengan total penonton 6,39 juta penonton.
Ryan Adriandhy mengatakan film Jumbo digarap dalam waktu lima tahun yang melibatkan 400 kreator Indonesia. Di tengah gempuran tren berbasis kecerdasan buatan (AI), Ryan mengaku bangga dengan krunya yang bisa menggarap Jumbo.
“Lima tahun berproses pakai hati. You can’t replace us,” kata Ryan di akun X pribadinya 28 Maret lalu.
Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, juga menyampaikan dukungannya terhadap film Jumbo melalui kanal Youtube Pribadinya. “Ini menjadi era baru industri animasi Indonesia,” kata Gibran dalam videonya yang diupload pada 17 April lalu.
Dalam video yang sama, Gibran juga memberikan pendapatnya terkait kebangkitan AI di masa saat ini. “AI itu tak akan menggantikan manusia, jadi AI itu bukan ancaman. Manusia yang tak menggunakan AI akan dikalahkan oleh manusia yang menggunakan AI,” kata dia.
