INFOGRAFIK: Musim Dingin Startup Indonesia Berkepanjangan

Ajeng Dwita Ayuningtyas
17 Oktober 2025, 09:12

Pendanaan untuk perusahaan rintisan (startup) di Indonesia masih lesu. Bahkan, nilainya sangat jauh dibandingkan pada 2021, yang merupakan puncak pendanaan startup Indonesia.  

Laporan DealStreetAsia memperlihatkan pada paruh pertama tahun ini, nilai pendanaan startup hanya mencapai US$0,08 miliar. Sementara pada 2021, nilai pendanaan mencapai US$9,44 miliar. Selain masalah perekonomian global, sejumlah kasus fraud membuat investor lebih selektif. 

Di Indonesia, sebut saja kasus fraud yang menjerat Investree dan TaniHub. Bahkan kasus serupa telah meruntuhkan eFishery, startup yang mencapai status Unicorn (valuasi mencapai US$1 miliar) pada 2023. 

“Skandal-skandal ini tidak hanya berdampak pada operasional perusahaan, tapi juga mengikis kepercayaan investor terhadap sektor startup Indonesia,” kata Penasihat Khusus Presiden untuk Perdagangan Internasional dan Kerja Sama Multilateral, Mari Elka Pangestu pada Juli lalu. 

Co-founder and General Partner Alpha JWC Ventures, Jefrey Joe, menilai skandal-skandal ini sebagai momen untuk memperbaiki sistem dan membangun ekosistem lebih sehat. “Terkadang, kami bisa memakai krisis untuk berubah,” katanya, dikutip dari Katadata. 

Saat ini, investor cenderung memilih usaha dengan fundamental kuat. Kemudian, memiliki value proposition dan jalur profit yang nyata. 

Riset yang dilakukan DailySocial menunjukkan, sektor Agentic AI, Web3 dan Blockchain, dan keamanan siber menjadi sektor prospektif ke depan. Tak hanya itu, komitmen transisi energi dalam negeri sekaligus membuka peluang besar startup di sektor efisiensi energi dan energi terbarukan. Teknologi layanan kesehatan ikut serta dalam peningkatan tren. 

Meskipun demikian, dari beberapa laporan pendanaan, sektor financial technology atau fintech masih terus memimpin jumlah kesepakatan maupun nilai investasi.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antoineta Amosella

Cek juga data ini