Pemerintah Cari Solusi Atasi Efek Buruk Game Online

Tim Publikasi Katadata
18 November 2025, 06:44

Setelah insiden ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta, Presiden Prabowo meminta kementerian dan lembaga negara mencari solusi pencegahan dampak negatif game online terhadap generasi muda. Sejumlah game online populer mengandung unsur kekerasan dan pornografi.

Dalam rapat terbatas Minggu (9/11/2025), Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan mengenai pengaruh game online. "Beliau (Presiden Prabowo) tadi menyampaikan bahwa, kita juga masih harus berpikir untuk membatasi dan mencoba bagaimana mencari jalan keluar terhadap pengaruh pengaruh dari game online," ujar Mensesneg Prasetyo Hadi.

Sejumlah game online diketahui memang sarat dengan unsur kekerasan dan juga pornografi. Sebut saja, Roblox, PUBG Mobile, Free Fire, Mortal Kombat 11 dan Grand Theft Auto (GTA) dan lainnya.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, mengonfirmasi bahwa pembatasan usia ini bertujuan menanggulangi dampak negatif dari konten game.

“Kami sudah launching tanggal 11 Oktober yang lalu. Kami sebutnya Indonesia Game Rating System (IGRS). Badan sensor film-nya untuk game,” ujar Edwin di Jakarta, Jumat (14/11/2025).

Edwin menegaskan bahwa tidak semua game online boleh dimainkan oleh anak-anak atau di bawah usia ketentuan yang ditetapkan untuk game tersebut. Sistem rating ini berfungsi mirip dengan badan sensor film, tetapi khusus diterapkan pada industri game. Rating berdasarkan usia, yakni 3+, 7+, 13+, 15+, 18+ dan RC (Refused Classification).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini