Tata Ruang Berkelanjutan untuk Kota yang Sehat

Image title
22 Juni 2026, 16:57

Tata ruang kota yang baik dapat menjadi intervensi strategis dalam mencegah polusi udara perkotaan. Dalam hal ini, perencanaan kota berkelanjutan merupakan perencanaan tata ruang yang dapat menunjang gaya hidup sehat serta mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan warga perkotaan.

Menurut Clarity.io, beberapa aspek yang dapat dibangun dalam perencanaan ini terdiri dari penerapan kawasan rendah emisi, penggunaan energi bersih dan berkelanjutan, penciptaan ruang terbuka hijau (RTH), dan penyediaan transportasi dan fasilitas publik yang terintegrasi.

Kedua aspek terakhir berkaitan dengan kegiatan sehari-hari warga kota. Minimnya ruang terbuka hijau dan infrastruktur transportasi publik yang tidak memadai berkontribusi langsung pada memburuknya kualitas udara dan kesehatan warga kota.

Jakarta saat ini merupakan salah satu kota yang rentan dalam dua aspek tersebut. Menurut salah satu studi Kurniawan dkk. (2025) di jurnal Innovation and Green Development, wilayah dengan konsentrasi industri tinggi, lalu lintas padat, dan minim RTH seperti Jakarta Utara, Barat, dan Pusat mencatat tingkat polutan PM2,5, PM10, karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), dan ozon (O3) yang tinggi.

Anak-anak dan lansia adalah kelompok yang paling terdampak karena sistem pernapasan mereka lebih sensitif terhadap paparan polutan.

Pengembangan RTH adalah salah satu jawaban yang sudah lama tersedia namun belum dimanfaatkan secara optimal. Menurut laporan WHO (2024) , RTH di kawasan perkotaan dapat mengurai dan menyerap polutan, meningkatkan kesehatan fisik dan mental warga, sekaligus membuka peluang pengelolaan sumber daya oleh komunitas setempat.

Transportasi publik berkelanjutan bekerja di sisi lain dari persoalan yang sama. Pergeseran dari kendaraan pribadi ke moda transportasi publik yang efisien dapat menekan emisi sektor transportasi secara signifikan, mengurangi ongkos mobilitas warga, dan memperluas akses pergerakan yang lebih setara di kota.

Namun tata ruang yang lebih sehat tidak bisa hanya mengandalkan infrastruktur. Peningkatan fasilitas dan kesadaran kesehatan publik, edukasi serta diseminasi data polusi udara, dan pelibatan aktif masyarakat dalam perencanaan dan penerapan kebijakan ruang kota menjadi langkah pendukung yang sama pentingnya.

Tata ruang berkelanjutan adalah salah satu contoh #SatuLangkahDulu untuk udara Jakarta yang lebih sehat. Menurut kamu, ruang kota seperti apa yang Jakarta butuhkan sekarang?

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini