INFOGRAFIK: Perdamaian AS - Iran Pulihkan Harga Minyak Dunia

Puja Pratama
23 Juni 2026, 09:03

Amerika Serikat (AS) dan Iran baru saja menyelesaikan pembicaraan lanjutan terkait rencana damai kedua negara. Dalam pertemuan tingkat tinggi di Swiss, kedua pihak sepakat menyelesaikan perjanjian akhir dalam 60 hari.

Perjanjian akhir ini tetap meliputi pendirian komite serta mekanisme untuk mengakhiri serangan di Lebanon yang melibatkan Israel.

“Kemajuan dialog telah dilakukan, termasuk pembuatan mekanisme untuk pembicaraan teknis lebih lanjut,” tulis pernyataan bersama kedua negara mediator Qatar dan Pakistan, dikutip dari CNBC, Senin, 22 Juni.

Seluruh pihak dalam negosiasi menyetujui komite tingkat tinggi yang akan mengawasi berjalannya mediasi. Kepala negosiator akan melapor ke komite dan memimpin dialog terkait nuklir, sanksi, dan penyelesaian sengketa.

Sebelumnya, AS dan Iran mengumumkan telah mencapai kerangka kesepakatan damai bersama pada 14 Juni 2026. Berselang tiga hari, Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani kesepakatan damai itu.

Perjanjian tersebut berisi 14 ayat yang meliputi gencatan senjata di kawasan teluk, pembukaan Selat Hormuz, hingga penangguhan sanksi perdagangan minyak Iran. Adanya perjanjian ini mengurangi risiko pasok minyak global yang terjadi sejak perang dimulai pada 28 Februari 2026.

Per 22 Juni 2026, harga minyak telah turun menjadi US$77,52/barel untuk minyak Brent dan US$74,23/barel untuk minyak West Texas Intermediate (WTI). Di puncak perang, harga keduanya sempat konsisten di atas US$100/barel.

Meski mengalami pemulihan harga, sebetulnya harga minyak Brent dan WTI belum sepenuhnya pulih ke level sebelum dua negara itu berkonflik. Sebab, pada awal tahun minyak Brent dan WTI masih berada di bawah US$70/barel.

Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dwi Anggia, menyebut akan ada penurunan harga BBM nonsubsidi jika harga minyak global juga semakin menurun.

"Ketika harga minyak dunia turun, sudah bisa dipastikan harga BBM non-subsidi juga akan turun,” kata dia 17 Juni lalu.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antoineta Amosella
Editor: Reza Pahlevi

Cek juga data ini