Kinerja Keuangan BNI: Tumbuh Kuat di Bawah Naungan Danantara
Di bawah naungan Danantara, BNI mencatat pertumbuhan kuat di berbagai indikator keuangan sepanjang semester I 2026. Kinerja tersebut ditopang oleh ekspansi kredit yang berkualitas, peningkatan pendapatan bunga dan berbasis komisi, serta pengelolaan pendanaan yang semakin efisien.
Pada periode tersebut, penyaluran kredit BNI mencapai Rp968,5 triliun, tumbuh 24,4 persen secara tahunan. Pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) juga meningkat 14,2 persen menjadi Rp22,3 triliun, sementara Fee-Based Income tumbuh 14,2 persen menjadi Rp9 triliun.
Kinerja operasional turut mencatat capaian positif. Pre-Provision Operating Profit (PPOP) mencapai Rp18,5 triliun, menjadi yang tertinggi sepanjang semester I. Sementara itu, laba bersih BNI tercatat sebesar Rp10,8 triliun.
Dari sisi pendanaan, struktur dana BNI semakin kuat. CASA tumbuh 11,2 persen secara tahunan dengan rasio CASA mencapai 65,4 persen. Di saat yang sama, Cost of Fund turun menjadi 2,56 persen dari sebelumnya 2,78 persen.
Kualitas aset juga terjaga, tercermin dari penurunan Loan at Risk (LAR) menjadi 8,1 persen dari 11 persen, sementara rasio Non-Performing Loan (NPL) berada di level 1,9 persen.
Pertumbuhan kredit BNI berjalan seiring dengan strategi diversifikasi penyaluran ke berbagai segmen, mulai dari korporasi, menengah, konsumer hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ekspansi dilakukan secara selektif dan prudent dengan mempertimbangkan prospek industri serta profil risiko debitur.
Pendekatan tersebut membuat pembiayaan dapat diarahkan ke sektor dan ekosistem yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang. Dengan demikian, ekspansi kredit tidak hanya mengejar pertumbuhan volume, tetapi juga mempertimbangkan kualitas dan keberlanjutan portofolio.
UMKM menjadi salah satu bagian penting dalam strategi penyaluran kredit BNI. Pembiayaan diberikan secara selektif dan disesuaikan dengan profil risiko, sekaligus diikuti upaya membangun ekosistem bisnis di berbagai daerah melalui program BRAVE (Branch, Region, Area, Value, Empowerment).
Penguatan tersebut turut dilakukan melalui optimalisasi kantor cabang sebagai pusat penjualan sekaligus pengembangan ekonomi lokal. Di sisi lain, BNI mengintegrasikan jaringan dan solusi digital, termasuk BNI direct dan Wondr by BNI, untuk mempercepat akuisisi nasabah serta memperluas transaksi.
Langkah ini menunjukkan upaya BNI untuk mengombinasikan kekuatan jaringan fisik dan kapabilitas digital dalam memperluas akses layanan keuangan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem bisnis di berbagai daerah.
