Transformasi Manajemen Baru Mulai Berbuah Manis, BRI Catat Kinerja Solid
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat kinerja positif hingga akhir Triwulan II 2026. Di tengah dinamika perekonomian dan industri perbankan, BRI mampu menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat fundamental dan kualitas aset.
Hingga akhir Juni 2026, laba bersih BRI Group mencapai Rp31,2 triliun, tumbuh 17,5% secara tahunan (year on year/yoy). Kinerja tersebut ditopang oleh segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang porsinya mencapai 75,1% dari total portofolio kredit dan pembiayaan BRI Group.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan capaian tersebut diraih di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang tetap resilien.
“Kondisi tersebut memberikan optimisme bagi BRI karena UMKM merupakan core business sekaligus bagian penting dari fundamental perekonomian nasional. Di tengah transformasi yang terus kami jalankan, satu hal yang tidak berubah adalah komitmen BRI untuk terus tumbuh bersama UMKM dan ekonomi kerakyatan Indonesia,” ujar Hery.
Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui pemberdayaan UMKM. Hingga Juni 2026, Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5.700 desa, Klasterku Hidupku lebih dari 44 ribu klaster usaha, LinkUMKM sekitar 17,3 juta pelaku UMKM, dan Rumah BUMN sekitar 596 ribu pelaku UMKM.
Dari sisi pembiayaan, BRI menyalurkan KUR sebesar Rp103,8 triliun kepada lebih dari 2 juta debitur sepanjang Januari-Juni 2026. Secara kumulatif sejak 2015 hingga Juni 2026, penyaluran KUR BRI mencapai Rp1.539 triliun kepada 48,4 juta nasabah.
Hery menegaskan, pertumbuhan BRI tidak hanya diukur dari kinerja bisnis, tetapi juga dari dampaknya terhadap ekonomi masyarakat.
“Bagi kami, yang terpenting bukan hanya seberapa cepat BRI bertumbuh, tetapi bagaimana pertumbuhan tersebut dihasilkan dari fundamental yang semakin sehat dan pada saat bersamaan memberikan manfaat yang semakin luas bagi perekonomian,” ungkap Hery.
Melalui penguatan bisnis dan pemberdayaan UMKM secara berkelanjutan, BRI berupaya menjalankan peran sebagai financial intermediary, sekaligus enabler pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
