KDKMP Jangkau 99% Desa/Kelurahan, Fasilitasi Kemandirian Pangan
Jakarta — Fungsi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) semakin relevan untuk menjadi penghubung masyarakat dan pemerintah dalam ekosistem ketahanan pangan nasional mengingat sebarannya di 38 provinsi dan potensi kolaborasi bisnisnya dengan berbagai BUMN.
KDKMP, yang kini sudah mencapai 83.363 unit, dari total 84.276 desa/kelurahan di seluruh Indonesia (99%). Jawa Tengah (Jateng), Jawa Timur (Jatim), dan Aceh menjadi tiga besar provinsi dengan kehadiran KDKMP terbanyak.
Hal ini dilengkapi dengan ragam unit usahanya. Ini mencakup kantor koperasi, toko sembako, simpan pinjam, klinik desa, apotek desa, logistik desa, dan gudang (cold storage).
Dengan kehadiran seluas itu dan kelengkapan unit usahanya, KDKMP berpeluang besar untuk mengoptimalkan seluruh perannya. Yakni, mulai dari infrastruktur digital dan logistik bantuan sosial (bansos), stabilisasi pangan lokal, off-taker komoditas unggulan dan lokal, distribusi subsidi, pusat layanan petani, hingga dukungan pada ekosistem Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai dari petani lokal sampai dapur sekolah.
Program ini juga bisa dikembangkan lebih lanjut lewat kolaborasi dengan ekosistem BUMN. Misalnya, distributor pupuk dan gas LPG hingga gerai sembako.
