10 Ikan Terbesar di Dunia hingga Berat 21 Ton

Beberapa spesies hewan terbesar di Bumi, berada di lautan. Bahkan ikan yang memiliki berat mencapai 21 ton. Berikut 10 ikan terbesar di dunia.
Image title
1 Oktober 2021, 16:10
Ikan terbesar di dunia
ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/wsj.
Sejumlah warga melihat proses evakuasi hiu paus (Rhincodon typus) yang terdampar dan mati di tepi Pantai Bayeman, Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (23/4/2021). Hiu paus muda yang diperkirakan berumur antara 2-3 tahun dengan panjang 7,4 meter dan lingkar badan dua meter itu terdampar di perairan dangkal Pantai Gemah sejak Kamis (22/4) sekitar pukul 17.30 WIB setelah tubuhnya terjerat jaring pukat nelayan. ANTARAFOTO/Destyan Sujarwoko/wsj.

Spesies hewan berukuran besar tak hanya terdapat di hutan belantara, ada pula hewan laut yang memiliki ukuran sangat besar. Bahkan, terdapat ikan raksasa yang memiliki berat hingga 21 ton. Melansir World Atlas, berikut 10 ikan terbesar di dunia yang hidup saat ini.

1. Hiu Paus

Hiu Paus merupakan spesies ikan terbesar di dunia dengan berat mencapai 21,5 ton. Hiu yang memiliki ciri khas berupa corak totol di tubuhnya ini memiliki panjang antara 18 - 33 kaki.

Hiu paus ditemukan di lautan tropis yang hangat, dan memiliki rentang hidup mulai dari 80-130 tahun. Sumber makanan hewan laut ini cukup beragam, seperti berbagai jenis ikan dan plankton yang lebih kecil.

2. Hiu Raksasa

Hiu Basking atau hiu raksasa menjadi ikan terbesar di dunia urutan kedua, dengan berat mencapai 19 ton dan panjang lebih dari 32 kaki. Hiu raksasa ditemukan di Teluk Fundy, sebuah teluk yang terletak di antara New Brunswick dan Nova Scotia, Kanada.

HIU PAUS TERDAMPAR DI PANTAI TULUNGAGUNG
HIU PAUS TERDAMPAR DI PANTAI TULUNGAGUNG (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/wsj.)

 

Spesies hiu ini hidup bermigrasi dan dapat ditemukan di seluruh lautan beriklim sedang. Seperti hiu paus, hiu raksasa juga memakan plankton.

Hiu raksasa adalah hewan filter-feeder, mereka makan di dekat permukaan air seolah-olah sedang berjemur di bawah sinar matahari. Hiu jenis ini telah masuk sebagai hewan spesies rentan menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Hewan ini mengalami eksploitasi besar-besaran selama bertahun-tahun. Mereka ditangkap untuk dijadikan makanan, mengambil minyak hati hiu, sirip hiu dan dan banyak lagi. Hal itu menjadi sebab berkurangnya populasi hiu raksasa.

3. Hiu Putih

Spesies ikan terbesar di dunia yang ketiga, yaitu hiu putih besar atau hiu putih dengan berat mencapai 3,32 ton dan memiliki panjang 15 hingga 20 kaki.

Ikan hiu putih dikenal sering menyerang manusia. Mereka akan menunjukkan giginya begitu menemukan mangsa. Ketika sedang berburu, kecepatan berenangnya bisa mencapai 55 kilometer per jam untuk perjalanan yang singkat.

Hiu putih juga memiliki daya tahan yang kuat dan dapat menempuh jarak luar biasa alias lebih dari 3.000 kilometer dalam satu bulan. Dengan kecepatan 3-4 kilometer per jam, daya jelajah hiu putih sedikit lebih lambat dari perenang Olimpiade, tetapi mereka bisa mempertahankannya selama lebih dari 100 kilometer, setiap hari.

Hiu putih bisa menyelam hingga kedalaman 1,2 kilometer, di mana tekanan airnya 120 kali lebih tinggi daripada di permukaan laut. Mereka dapat berenang di suhu air berkisar antara suhu dingin 3 derajat celsius, hingga suhu hangat 27 derajat.

4. Hiu Harimau

Selanjutnya ikan dengan berat mencapai 3,11 ton, yakni Hiu Macan. Spesies ini merupakan hiu terganas karena menyerang manusia. Mereka mendapatkan julukan 'Tong Sampah Lautan', karena dapat memakan apapun mulai dari hewan hingga sampah.

Melansir How Stuff Works, dijelaskan kalau bagian sirip dada dan ekor pada hiu harimau merupakan kunci mereka untuk melesat cepat. Sementara, sirip punggung membantunya berubah arah dengan mudah.

Layaknya spesies hiu lainnya, tubuh hiu harimau juga dilengkapi sensor untuk mendeteksi pergerakan di dalam air. Umumnya, mereka tinggal di perairan hangat dan banyak ditemukan di wilayah tropis, seperti Indonesia. Anda bisa menemukan mereka berenang di dekat area permukaan hingga 350 meter di bawah laut.

Larangan Penangkapan Pari Manta
Larangan Penangkapan Pari Manta (ANTARA FOTO/Ampelsa)

5. Pari Manta Raksasa

Posisi berikutnya, yang termasuk ikan terbesar di dunia adalah pari manta raksasa yang memiliki berat mencapai 3 ton. Ikan ini juga tercatat mempunyai otak terbesar di antara spesies ikan lainnya.

Ikan pari hidup di lautan tropis dan subtropis. Makanan utama ikan pari manta adalah plankton. Mereka berenang secara individu dan berkoloni dengan spesies yang sama atau spesies laut lainnya.

Ikan ini belakangan juga dikategorikan sebagai kategori ikan menuju terancam (near threatened) oleh IUCN, meskipun jumlahnya belum masuk kategori terancam punah.

Namun, populasi di masa depan ikan ini diperkirakan akan menyusut hingga akhirnya terancam punah. Populasi pari manta dianggap dekat dengan bahaya karena tingginya kegiatan perikanan dan kondisi laut yang semakin terpolusi, sementara siklus kelahiran mereka rendah.

Selain itu, rumor yang menyebutkan insang pari manta bisa sangat bermanfaat bagi kosmetik, menyebabkan perburuan pari manta masih gencar dilakukan di beberapa tempat, termasuk di Indonesia.

6. Mola-Mola Laut

Mola-mola atau biasa disebut Sunfish berasal dari Bahasa Latin millstone yang artinya batu gerinda. Julukan ini diberikan karena bentuk tubuhnya yang menyerupai batu dengan warna abu-abu, bertekstur kasar dengan bentuk badan yang bulat.

Ukuran dewasa dari spesies ini memiliki berat sekitar 2,3 ton dan dapat tumbuh hingga panjang maksimum 10,8 kaki.

Ikan mola-mola tergolong ikan unik, umumnya semua jenis ikan selalu mempunyai sirip ekor. Namun, mola-mola nyaris tidak memiliki sirip ekor. Biasanya sirip (sayap) ikan lain terletak di samping kiri dan kanan, sedangkan mola-mola siripnya berada vertikal di atas dan di bawah (punggung dan perut) yang disebut clauvus.

Sementara, nama Sunfish yang berarti ikan matahari ini diberikan karena kegemarannya berjemur. Ikan ini memang alergi air dingin meski hidupnya di laut. Ikan ini akan naik ke permukaan air laut yang tidak terlalu dalam dan berjemur sembari tiduran setelah menyelam hingga kedalaman 600 meter.

Populasi ikan ini kian berkurang seiring waktu. Mereka sering tersedak akibat menelan sampah plastik yang bentuknya mirip ubur-ubur. Belum lagi, jenis ikan ini kerap terdampar di tepi pantai akibat terseret ombak dan mati sendiri akibat dehidrasi.

Meskipun begitu, penyebab kematian paling tinggi dikarenakan aktifitas perburuan illegal, seperti yang dilakukan para nelayan yang tidak bertanggung jawab di Jepang, ikan sengaja ditangkap untuk dijual dagingnya ke restoran.

Padahal, IUCN telah mengkategorikan mola-mola laut sebagai ikan dengan kategori rentan alias vulnerable (VU).

7. Mola Ekor Tajam

Sharptail Mola atau Mola ekor tajam merupakan spesies mola yang hidup di daerah tropis dan subtropis perairan laut di dunia.

Ikan ini bisa mencapai panjang sekitar 11 kaki dan berat 2 ton. Mola ekor tajam memakan berbagai macam spesies termasuk annelida, spons, ikan, dll.

Keberadaan ikan mola ekor tajam jarang terlihat, sehingga status konservasi spesies tersebut belum dapat dievaluasi.

8. Mola Tudung

Berikutnya ada ikan mola tudung alias mola tecta, salah satu spesies ikan mola yang biasa disebut juga ikan matahari. Ikan ini belum lama ditemukan oleh ilmuwan, sehingga baru sedikit yang diketahui tentang mereka. Namun, laman Australian Museum menyebut bahwa ukuran mereka bisa mencapai lebih dari 3 meter dengan berat 2 ton.

9. Sturgeon Beluga

Spesies ikan terbesar di dunia selanjutnya, yaitu Beluga yang merupakan ikan predator tebesar. Berat ikan Beluga mencapai 2,07 ton.

Habitat ikan ini hanya terbatas di Laut Hitam, Kaspia dan Adriatik. Berkurangnya populasi ikan ini dikarenakan aktifitas eksploitasi yang dilakukan oleh manusia yang ingin mendapatkan kaviarnya, karena memiliki harga tinggi.

Penangkapan ikan yang tidak diatur dan kegiatan perburuan telah banyak mengurangi populasi sturgeon beluga. Spesimen sturgeon beluga terbesar diketahui telah ditemukan memiliki panjang 23,6 kaki dan berat 1.571 kg

10. Pari Manta Karang

Pari manta karang alias Mobula alfredi merupakan ikan terbesar di dunia ke-10. Mereka adalah spesies ikan pari terbesar kedua di dunia, dengan lebar terbesar yang pernah dicatat mencapai 5,5 meter dan berat 1,4 ton.

Namun meski bertubuh sangat besar, spesies pari yang satu ini tidak perlu ditakuti karena mereka hanya makan plankton dan hewan kecil lainnya.

Editor: Intan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait