10 Hewan Buas di Indonesia Ini Terancam Punah

Hewan buas identik dengan hewan liar yang tinggal di hutan dan berbahaya bagi manusia. Tetapi, hewan buas terancam mengalami kepunahan karena ulah manusia. Berikut daftar hewan buas tersebut.
Dwi Latifatul Fajri
9 Desember 2021, 06:19
Hewan Buas
ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/aww.

Indonesia memiliki pemandangan yang indah seperti pantai, gunung berapi, dan sejarah budaya masyarakat. Tak hanya keindahan alam, Indonesia juga memiliki keberagaman fauna yang tersebar di pulau-pulau.

Indonesia memiliki hutan dan laut yang banyak dihuni binatang buas. Hewan-hewan itu, kini masuk dalam daftar hewan yang dilindungi karena jumlahnya semakin sedikit.

Penyebab punahnya hewan karena ulah manusia yang merusak lingkungan. Habitat seperti tempat tinggal dan makanan untuk hewan berkurang. Selain itu, aktivitas pertambangan, migrasi, dan perburuan hewan membuat populasi jenis binatang tertentu semakin sedikit.

Contoh hewan buas di dunia jenis spesies kucing besar yang diketahui seperti jaguar, harimau salju, singa, dan kucing hutan. Di Indonesia sendiri, ada Harimau Sumatera dan kucing liar berukuran besar yang tinggal di hutan.

Advertisement

Adapun hewan buas lainnya, yakni jenis primata seperti simpanse, orang utan, kera hitam dan gorilla. Di Indonesia, ada berbagai jenis primata yang dilindungi karena jumlahnya sedikit seperti orang utan dan kera hitam.

Nama Hewan Buas di Indonesia 

Hewan buas di Indonesia terdiri dari mamalia, burung, dan reptil. Satwa liar tersebut, beberapa tinggal di taman nasional yang dilindungi. Berikut daftar hewan buas di Indonesia yang terancam punah.

Kera Hitam Sulawesi (Macaca Nigra)

BAYI KERA HITAM
BAYI KERA HITAM (ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah)

Ada berbagai jenis primata yang ada di Indonesia, salah satunya kera hitam Sulawesi. Nama lain kera hitam adalah Yaki atau Monyet Wolai. Primata ini tinggal di bagian utara dan beberapa pulau sekitarnya.

Kera Hitam termasuk jenis monyet besar yang ada di Sulawesi. Ciri-ciri hewan ini memiliki jambul di atas kepala dan bulunya berwarna hitam. Monyet Wolai juga memiliki pantat berwarna merah muda.

Monyet ini terancam punah karena populasinya semakin sedikit. Sekarang, kera hitam Sulawesi sebagian berada di cagar alam Tangkoko Sulawesi.

Gajah Kalimantan

WISATA MEMBERI MAKAN GAJAH
WISATA MEMBERI MAKAN GAJAH (ANTARA FOTO/Maulana Surya/foc.)

Gajah Sumatera dan gajah dari Kalimantan termasuk hewan buas yang dilindungi. Perbedaan gajah Kalimantan adalah ukuran badan yang lebih kecil dari gajah Sumatera. Binatang yang memiliki belalai ini masuk dalam spesies gajah terkecil di Asia.

Ciri-ciri gajah Kalimantan memiliki tubuh pendek, gemuk, dan telinga yang lebar. Binatang ini bisa ditemukan di Kalimantan Utara dan Sabah.

Harimau Sumatera

POPULASI HARIMAU SUMATRA
POPULASI HARIMAU SUMATRA (ANTARA FOTO/Maulana Surya/hp.)

Harimau Sumatera berada di pulau Sumatera, Indonesia. Hewan karnivora ini masuk dalam spesies Harimau Sunda yang bisa bertahan hidup. Meski begitu, Harimau Sumatera terancam punah dan masuk dalam Konservasi Dunia IUCN, karena populasinya diperkirakan hanya 400-500 ekor.

Harimau ini tinggal di taman nasional di Sumatera dan daerah pegunungan. Harimau Sumatera dikenal memiliki ukuran terkecil dari jenis lainnya. Hewan ini memiliki pola hitam yang lebar dan jaraknya berdekatan pada tubuhnya.

Harimau Sumatera punya warna lebih gelap dari spesies yang sama. Warna kulit mulai dari kuning, kemerahan, sampai jingga tua.

Komodo

Edsus Pariwisata_Taman Nasional Komodo
Edsus Pariwisata_Taman Nasional Komodo (ANTARA FOTO/HENDRA NURDIYANSYAH)

Komodo termasuk jenis kadal besar di dunia, yang hidup di pulau Komodo. Hewan ini termasuk karnivora dan predator berbahaya. Komodo termasuk hewan buas yang dilindungi karena populasinya semakin sedikit.

Anoa

Anoa
Anoa (foundalis.com)

Ada dua jenis Anoa di Indonesia, yakni yang tinggal di pegunungan dan hidup di dataran rendah. Anoa seperti kerbau kecil yang hidup di pulau Sulawesi dan Buton. Anoa termasuk hewan endemik karena berada di kawasan peralihan benua Asia dan Australia.

Badak Jawa

Badak Jawa
Badak Jawa (worldanimalnews.com)

Badak Jawa termasuk spesies hewan langka dan dilindungi. Ciri-ciri badak Jawa yaitu memiliki pelindung dan struktur badan yang kuat. Cula badak Jawa juga lebih kecil dibanding jenis badak lain.

Saat ini spesies badak bercula satu semakin langka karena perburuan, kurangnya tempat tinggal dan penggundulan hutan. Badak bercula satu ini berada di taman nasional Ujung Kulon.

Macan Dahan Kalimantan

Macan Dahan Kalimantan
Macan Dahan Kalimantan (Spencer Wright/Wikimedia Commons)

Selain Harimau Sumatera, ada juga kucing liar berukuran sedang yang hidup di Kalimantan dan Sumatera. Macan Dahan Kalimantan termasuk jenis kucing besar yang beratnya mencapai 12-25 kg.

Macan ini punya pola bulu oval tidak beraturan di bagian tepi dan ada titik-titik hitam. Macan Dahan Kalimantan termasuk hewan buas yang dilindungi. Populasinya semakin menurun berdampak mengalami kepunahan.

Orang Utan

ORANG UTAN TAMAN NASIONAL BUKIT TIGAPULUH
ORANG UTAN TAMAN NASIONAL BUKIT TIGAPULUH (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

Orang Utan termasuk primata besar yang memiliki lengan panjang dan bulunya berwarna kemerahan. Primata ini ada di pulau Kalimantan dan Sumatra. Mereka hidup berkelompok dan tinggal di atas pepohonan.

Burung Maleo

Maleo
Maleo (critter.science)

Burung Maleo atau Maleo Senkawor hidup di pulau Sulawesi. Ciri-cirinya yaitu memiliki bulu hitam, dan kuning di sekitar mata. Iris mata berwarna kecoklatan dan bagian sisi bawah bulu warnanya merah muda.

Babirusa

Babirusa
Babirusa (www.wired.com)

Bentuk babi rusa seperti babi namun memiliki tanduk di bagian hidung. Hewan ini berada di Sulawesi, Togian, Sula dan Buru di Indonesia. Babirusa sepintar mirip perpaduan antara hewan hewan babi dan kakinya mirip rusa.

Satwa ini tinggal di hutan dan daerah rawa-rawa. Babi rusa termasuk hewan malam karena mereka mencari makan ketika malam hari. Makanan satwa ini sejenis umbi, akar, dan buah-buahan.

Editor: Intan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait