Antonim Adalah: Pengertian dan Contohnya

Image title
15 Desember 2021, 14:01
antonim adalah
Unsplash/Green Chameleon
Ilustrasi belajar.

Antonim adalah suatu hubungan kemaknaan atau semantik suatu kata atau bahasa. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) antonim adalah kata yang maknanya berlawanan dari kata lain.

Mengutip buku "Diksi dan Gaya Bahasa" oleh Gorys Keraf istilah antonimi dipakai untuk menyatakan "lawan makna", sedangkan kata yang berlawanan disebut antonim.

Antonimi adalah relasi antar makna yang wujud logisnya sangat berbeda atau bertentangan, seperti bencicinta; panasdingin; timurbarat; suami - istri, dan sebagainya.

Macam-macam Antonim

Masih dari buku yang sama, terdapat perbedaan dari macam-macam kata yang berantonim. Oposisi antarkata dapat berbentuk:

Oposisi Kembar

Kelas antonim ini mencakup dua anggota, seperti laki-laki - perempuan; jantan - betina; hidup - mati. Ciri utamanya adalah penyangkalan terhadap yang satu berarti penegasan terhadap anggota yang lain, begitu pun sebaliknya.

Oposisi Majemuk

Mencakup suatu perangkat yang terdiri dari dua kata. Oposisi ini bertalian terutama dengan hiponim-hiponim dalam sebuah kelas: logam, spesies binatang, tumbuh-tumbuhan, buah-buahan, warna, dan sebagainya.

Ciri utama kelas antonim ini adalah penegasan terhadap suatu anggota akan mencakup penyangkalan atas tiap anggota lainnya secara terpisah, tetapi penyangkalan terhadap suatu anggota akan mencakup penegasan mengenai kemungkinan dari semua anggota yang lain.

Contoh: Baju ini merah.

Pada kalimat di atas, tercakup di dalamnya pengertian baju itu tidak hijau; baju itu tidak putih, baju itu tidak hitam, dan seterusnya.

Oposisi Gradual

kelas ini adalah suatu penyimpangan dari oposisi kembar, yaitu antara dua istilah yang berlawanan masih terdapat sejumlah tingkatan antara. Misalnya, antara kaya dan miskin, besar dan kecil, panjang dan pendek, dan sebagainya terdapat tingkatan sangat panjang - lebih panjang - panjang - pendek - lebih pendek - sangat pendek.

Ciri utama antonim ini adalah penyangkalan terhadap yang satu tidak mencakup penegasan terhadap yang lain, walaupun penegasan terhadap yang satu mencakup penyangkalan terhadap yang lain.

Contohnya: Rumah kami tidak besar.

Kalimat di atas tidak mencakup pengertian rumah kami kecil, walaupun rumah kami besar mencakup pengertian rumah kami tidak kecil.

Oposisi Relasional (Kebalikan)

Adalah oposisi antara dua kata yang mengandung relasi kebalikan: orangtua - anak; suami - istri; guru - murid; penjual - pembeli; memberi - menerima, dan sebagainya.

Relasi ini umumnya dinyatakan dengan menggunakan kata yang berlainan dalam konstruksi kalimat yang sama.

Contoh: Anto menjual seekor sapi pada Syahrul.

Syahrul membeli seekor sapi pada Anto.

Oposisi Hirarkis

Oposisi yang terjadi karena tiap istilah menduduki derajat yang berlainan. Kelas ini sebenarnya sama dengan kelas oposisi majemuk hanya saja terdapat suatu kriteria tambahan, yaitu tingkat.

Adapun yang termasuk dalam kelas ini adalah perangkat ukuran, penanggalan.

Contoh: milimeter - sentimeter; Januari - Februari, dan sebagainya.

Oposisi Inversi

Jenis antonim ini adalah oposisi yang terdapat pada pasangan kata, seperti beberapa - semua; mungkin - wajib; boleh - harus, dan sebagainya.

Pengujian utama mengenai oposisi inversi ini adalah apakah ia mengikuti kaidah sinonim yang mencakup (a) penggantian suatu istilah dengan yang lain, dan (b) mengubah posisi suatu penyangkalan dalam kaitan dengan istilah yang berlawanan.

Misalnya: Kita diharuskan untuk tidak menjadi perokok = Kita tidak diperbolehkan menjadi perokok.

Contoh Antonim

Mengutip Kamus Sinonim-Antonim oleh Harianto, berikut beberapa contoh kata beserta antonimnya:

- Adem: Panas

- Agung: Kecil

- Ahli: Awam

- Ajaib: Biasa, umum, lumrah, lazim

- Ajal: Hidup, bernapas

- Ajar, pengajar: Murid, siswa, pelajar

- Akhir: Awal, mula,

- Akhirat: Dunia

- Akrab: Renggang, jauh

- Alas: Tutup, atap

- Badan: Jiwa, roh, nyawa, sukma, sanubari

- Badung: Baik, saleh, penurut

- Berisik: Sepi, senyap

- Bicara: Diam

- Cicil: Kontan

- Datar: Turun naik

- Dekil: Bersih

- Dobel: Tunggal, semata wayang

- Elastis: Kaku

- Fisik: Roh, sukma

- Gadungan: Asli, sejati

- Gaek: Muda, belia

- Geger: Damai, tenang

- Girang: Sedih, sudah, duka

- Habis: Tersisa

- Haram: Halal, boleh

- Hayat: Maut, mati

- Heboh: Tenang, tentram

- Jangkung: Pendek

- Kembung: Kempis

- Laba: Rugi

- Lamban: Cepat, deras

- Makmum: Imam

- Najis: Bersih, suci

- Nista: Mulia

- Atas: Bawah

- Besar: Kecil

- Jauh: Dekat

- Mahal: Murah

- Baru: Lama

- Bahagia: Sedih

- Kuat: Lemah

- Baik: Buruk

- Terang: Gelap

- Asli: Palsu

- Padat: Renggang

- Pahala: Dosa

- Pakar: Awam

- Paman: Bibi

- Panas: Dingin

- Rajin: Malas

- Raksasa: Kerdil

- Ramai: Sepi

- Rapi: Berantakan

- Rasional: Absurd

- Rukun: Konflik

- Rutin: Jarang

- Sabar: Marah

- Sah: Ilegal

- Salin: Tempel

- Sama: Beda

- Sebab: Akibat

- Sebelum: Sesudah

- Sedih: Senang

- Tajam: Tumpul

- Tambah: Kurang

- Tangguh: Rentan

- Tangkap: Lepas

- Tanjakan: Turunan

Editor: Intan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait