Profil Aurelien Tchouameni, Pemain yang Lolos Semifinal Piala Dunia

Annisa Fianni Sisma
13 Desember 2022, 11:15
profil Aurelien Tchouameni
firsttimefinish.co.uk
Aurelien Tchouameni

Piala Dunia 2022 Qatar tengah memasuki babak semi final. Pada babak ini hanya empat negara yang akan bertarung di Qatar. Salah satu pemain yang akan berjuang di semifinal dari Real Madrid adalah Aurelien Tchouameni.

Aurelien Tchouameni berhasil mencetak satu gol saat Prancis menang 2-1 melawan Inggris. Berkaitan dengan hal tersebut, tentu menarik membahas profil Aurelien Tchouameni selengkapnya.

Profil Aurelien Tchouameni

Aurelien Tchouameni lahir pada 27 Januari 2000 yang saat ini usianya adalah 22 tahun. Ia lahir di Rouen, Prancis. Ia adalah seorang Franco Kamerun dan memiliki paman bibi di Afrika Barat.

Ia memiliki nama panggilan yang cukup beragam. Aurelien Tchouameni mendapatkan julukan Aure, Aurel, Pogba, dan La Pioche. Julukan terbarunya yakni TchouaNgolo karena ia dibandingkan dengan Ngolo Kante.

1. Keluarga Aurelien Tchouameni

Keluarga Aurelien Tchouameni merupakan keluarga yang sederhana. Ayah Aurelien Tchouameni merupakan Fernand Tchouameni yang pernah berusaha menjadi pemain sepak bola profesional tetapi gagal kemudian menjadi pekerja pabrik vaksin. Sedangkan ibunya merupakan penasihat pendidikan senior.

Ia adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Kedua saudara laki-lakinya sepertinya akan mengikuti jejaknya menjadi pesepakbola prfesional. Mereka terlihat dekat dan akrab dalam beberapa kesempatan.

2. Masa Kecil Aurelien Tchouameni

Melansir dari Lifebogger.com, Masa kecil Aurelien Tchouameni kerap dihabiskan untuk bermain sepak bola bersama ayahnya. Ia tumbuh dan berkembang melihat ayahnya yang berusaha keras mendapatkan kontrak sepak bola profesional.

Ayahnya menganggap Aurelien Tchouameni sebagai penggemar pertama baginya. Pasalnya, Aurelien Tchouameni selalu mengikuti sang ayah kemanapun dia pergi.

Sayangnya, dalam perjuangan tersebut, Aurelien Tchouameni melihat ayahnya gagal menjadi pemain sepak bola profesional. Fernand pun sempat kesulitan menghadapi kenyataan itu. Oleh karena itu, ia pun bersumpah untuk mewujudkan mimpi besarnya itu melalui Aurelien Tchouameni.

3. Pendidikan Aurelien Tchouameni

Sejak usia enam tahun, dia mendaftar di sekolah dasar Prancis. Aurelien Tchouameni sempat menyatakan bahwa ia banyak bicara saat sekolah. Ia senang sekali berbicara dengan teman sekelasnya. Bahkan, ada guru yang mulai bosan dengan pembicaraannya dan menyuruhnya untuk diam.

Ia juga bergabung dalam akademi sepak bola SJ Artigues. Ia berkembang dengan pesat dan menjadi semakin ahli. Semakin dalam ia mempelajari sepak bola, ia juga semakin memahami bahwa ia memiliki kemampuan dalam bidang tersebut. Aurelien Tchouameni juga percaya ia mampu membantu mimpi ayahnya.
Selama di SJ Artigues, ia dianggap sebagai sebuah perpaduan antara keanggunan Rolls Royce dengan Mustang. Ia pun mampu membuktikannya kini menjadi pemain sepak bola profesional.

4. Perjalanan Karir dalam Sepak Bola

Setelah semakin berkembang dan mendalami bidang ini, ia pun bergabung dengan Bordeaux. Ia meninggalkan sepak bola Artiguaise. Ia mengatakan sempat memiliki kenangan kurang menyenangkan pada awal karirnya. Pada usia 14 tahun, Aurelien Tchouameni mengalami cedera sebanyak dua kali dan keduanya sangat parah.

Hal ini diketahui juga karena ia rindu dengan orang tua dan kampung halamannya. Orang tua Aurelien Tchouameni pindah ke Lyon saat Aurelien bergabung dengan Bordeaux.

Beberapa saat kemudian ia pun mampu beradaptasi. Ia mampu berkontribusi dengan baik untuk Bordeaux B. Aurelien Tchouameni mencetak tiga gol dan kemampuannya pun diakui.

Akhirnya, ia pun debut dalam tim utama Bordeaux dalam kemenangan 1-0 Liga Eropa UEFA melawan Latvia FK Ventspils. Sejak gol pertamanya, Aurelien Tchouameni menjadi sangat diakui oleh masyarakat. Ia pun menjadi ‘best tackler’ dan ‘aerial duel master’ di Ligue 1. Prestasi ini pun membuatnya pindah ke klub yang lebih besar, Monaco.

Bersama Monaco, Aurelien Tchouameni berkembang dengan pesat. Ia menjad sosok yang sangat dikagumi dan menjadi perbincangan di Sepak Bola Prancis dan Ligue 1.

Pada 26 Agustus 2021, Aurelien Tchouameni menerima panggilan pertamanya ke squad senior Prancis. Kemudian pada tahun yang sama, Moussa Diaby, Theo Hernandez dan Matteo Guenduozi juga mendapatkan kesempatan itu.

Aurelien Tchouameni menggantikan Thomas Lemar. Para penggemar Prancis pun mengetahui bahwa ada pahlawan baru untuk prancis.

Kedatangan Aurelien Tchouameni adalah hal yang baik dan ini terbukti saat final UEFA Nations League 2021. Saat itu, ia dan timnya melawan Spanyol. Dalam pertandingan itu, Prancis mencetak comeback bersih setelah gol di menit ke-64.

Segelintir prestasi dan kepiawaiannya pun membuat eksistensinya diakui. Aurelien Tchouameni menjadi gelandang Prancis yang paling menjanjikan. Dari Monaco, ia bergabung dengan Real Madrid pada 2022.

Meskipun namanya sudah cukup terlihat di masyarakat, ternyata ia pernah menjadi korban rasisme. Ia menerima sebuah ancaman pembunuhan dari sikap rasis pihak lain. Namun ia menganggap sikap rasis tersebut tidak akan mempengaruhinya. Ancaman ini terjadi saat Monaco mengalahkan Sparta Prague 2-0 pada Liga Champions 2021.

Itulah penjelasan singkat terkait profil Aurelien Tchouameni yang menjadi salah satu pemain Real Madrid yang lolos ke Semifinal Piala Dunia 2022 Qatar.

 

Editor: Intan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait