6 Kategori Biaya Hidup di Bali untuk Hidup Hemat

Pulau Bali menjadi destinasi wisata Internasional, menariknya biaya hidup di Bali tidak terlalu mahal. Berikut rincian biaya hidup di Bali termasuk cara berhemat.
Image title
Oleh Tifani
3 Januari 2023, 16:55
biaya hidup di bali
ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/nym/wsj.
Wisatawan domestik menggunakan masker saat liburan Idul Adha 1441H di masa Adaptasi Kebiasaan Baru tahap II di obyek wisata Tanah Lot, Tabanan, Bali, Sabtu (1/8/2020). Obyek wisata tersebut mulai dikunjungi wisatawan dari luar Pulau Bali dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 meskipun jumlahnya masih sedikit.

Bali menjadi salah satu daerah yang kaya akan pesona keindahan alam dan budaya adat istiadat yang masih lestari hingga saat ini. Bali atau yang dikenal sebagai pulau dewata ini juga menjadi salah satu destinasi wisata favorit.

Banyak wisatawan lokal dan mancanegara singgah dan menghabiskan waktu di Bali. Namun, apakah menjadi destinasi wisata Internasional menjadikan biaya hidup di Bali tinggi?

Dikutip dari laman Idxchannel.com, biaya hidup di Bali 2022 tidaklah mahal. Sekalipun pulau indah itu menjadi destinasi wisata internasional.

Meski demikian, kemahalan dalam biaya hidup di Bali tergantung dari apakah Anda mampu memanajemen uang. Sebab dalam biaya hidup di pulau dewata tentulah berbeda dengan liburan yang umumnya cenderung menghabiskan uangnya.

Biaya hidup di Bali yang perlu disiapkan tiap bulannya berkisar antara Rp 4 juta hingga Rp 5 juta. Namun, semuanya kembali lagi pada diri masing-masing.

Berikut rincian biaya hidup di Bali yang dirangkum dari laman Idxchannel.com dan ekrut.com.

1. Biaya Makan

MAKANAN KHAS BALI
MAKANAN KHAS BALI (Resep Koki)

Makan menjadi salah satu kebutuhan biaya hidup di Bali yang utama.Namun, jangan khawatir,karena bujet yang dikeluarkan sehari-hari tidak akan merogoh kocek terlalu dalam.

Harga makanan di Bali malahan cenderung murah, yakni mulai dari Rp 5.000 - Rp 25.000. Ada juga makanan yang dijual mahal jika anda pergi ke kafe atau restoran dengan pemandangan yang instagramable.

Meski dengan biaya hidup di Bali cukup rendah, anda masih bisa menikmati makanan enak. Contohnya, nasi jinggo, sate lilit, dan lain-lain.

Biaya makan ini juga tergantung dari masing-masing individu, apakah lebih memilih irit atau ada kebutuhan sosialita yang harus dipenuhi.

2. Biaya Tempat Tinggal

Tempat tinggal atau akomodasi menjadi biaya hidup di Bali yang harus kamu perhatikan. Ada banyak kamar indekos, kontrakan, hingga villa dengan harga dan fasilitas yang beragam.

Kisarannya sendiri mulai dari Rp 600 ribu hingga Rp 8 juta. Semuanya tergantung lokasi dan kelengkapan di dalamnya.

Sebagai informasi, biaya akomodasi tentu akan jauh lebih murah jika anda memilih kamar indekos di kawasan Denpasar atau Singaraja. Namun, untuk biaya akomodasi di sekitar tempat wisata seperti Kuta, Canggu, Seminyak, sampai Sanur pasti akan lebih mahal karena kemudahan menjangkau tujuan wisata.

3. Transportasi

ilustrasi motor listrik
ilustrasi motor listrik (Katadata)

Bali bukanlah kota yang ramah akan angkutan umum. Namun, jika anda tidak membawa kendaraan ke kota, pilihlah opsi menyewa motor untuk memudahkan mobilitas.

Sewa motor di Bali pun harganya cukup terjangkau yaitu mulai dari Rp 600 ribu hingga Rp 1,5 juta per bulan. Dengan menyewa motor, anda bisa menghemat pengeluaran dan tidak harus menggunakan transportasi online untuk bepergian.

Sebagai tambahan, bisa sisihkan biaya untuk bensin sekitar Rp 100 ribu. Masyarakat Bali cenderung tidak pakai angkutan umum karena untuk kredit motornya cenderung mudah.

Keadaan jalannya juga dirasa tidak terlalu macet. Walaupun ada juga beberapa titik area yang jalannya padat, seperti di area Kuta pada malam hari.

4. Kuota Internet

Biaya hidup di Bali lainnya, yaitu internet yang kini menjadi kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Jika ingin lebih hemat, carilah akomodasi yang telah dilengkapi jaringan Wi-Fi.

Namun jika tidak ada, pikirkan tentang menambah paket internet yang berkisar Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu per bulannya.

5. Belanja Bulanan

Ilustrasi supermarket, makanan beku, froozen food
Ilustrasi supermarket, makanan beku, froozen food (Pixabay)

Biaya hidup di Bali sebagai perantau memang harus disiasati dengan baik. Oleh karena itu, Anda harus menyisihkan bujet untuk belanja bulanan kebutuhan pokok seperti bahan masak, camilan, frozen food, alat kebersihan, dan lain-lain.

Setidaknya, Ada bisa menyiapkan Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu tiap bulannya untuk berbelanja kebutuhan bulanan. Usahakan untuk membelinya di pasar tradisional saja, sebab jika ke supermarket besar, yang ada angkanya malah membengkak.

6. Entertainment

Anda juga perlu menyiapkan bujet untuk kebutuhan entertainment dengan berlibur sejenak. Biasanya, jika sudah tinggal di Bali justru tidak terlalu memikirkan liburan.

Tetapi, hal ini tetap dibutuhkan untuk mengantisipasi stres. Jika sudah menjadi warga lokal, sepertinya lokasi wisata yang ramai perlu Anda hindari.

Anda bisa eksplor kawasan wisata di daerah-daerah seperti Tabanan, Badung, Gianyar, dan sekitarnya untuk menyegarkan pikiran. Siapkan saja dana mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu. Pilihlah tempat wisata yang sesuai dengan gaya hidupmu.

Editor: Intan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait