Cara Membuat Kliping Anak SD dan Teknik yang Patut Diketahui

Image title
9 Februari 2023, 07:45
Cara membuat kliping anak SD.
Radar Kediri
Ilustrasi, anak SD membuat kliping.

Kliping merupakan salah satu tugas yang biasa diberikan guru di sekolah. Tak terkecuali anak SD, mereka juga terkadang diarahkan untuk mengkliping materi tertentu.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kliping adalah guntingan artikel atau berita dari surat kabar, majalah, dan sebagainya yang dianggap penting untuk disimpan atau didokumentasikan.

Sedangkan mengkliping adalah kegiatan kliping. Tidak lain yaitu menggunting artikel, berita, dab dari koran, majalah, dan sebagainya kemudian menempelkan pada kertas lain (kartu) untuk dokumentasi.

Biasanya bahan kliping diambil dari surat kabar, majalah, tabloid, atau bahan bacaan tertentu yang memuat tema yang ditentukan oleh guru.

Kliping juga bisa menjadi media pembelajaran yang berbeda dari literatur pelajaran biasanya. Penyusun yang mengkliping dengan bebas sesuai dengan kreativitas.

Terkait dengan hal tersebut, kali ini Katadata.co.id akan menjelaskan bagaimana cara membuat kliping anak SD. Berikut pembahasannya.

Cara Membuat Kliping Anak SD

1. Menentukan tema

Cara membuat kliping anak SD yang paling mendasar adalah menentukan tema. Setelah itu, Anda memilih topik tertentu, kumpulkan materi dari bahan bacaan apa saja.

2. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan berikut ini:

a. Lem
b. Gunting
c. Penggaris
d. Kertas karton
e. Kertas HVS
f. Sampul kertas plastik bening
g. Hiasan

3. Menentukan penempatan

Melansir dari Popmama, cara berikut untuk membuat kliping anak SD adalah dengan memilih penempatan dimana saja akan menempelkan materi. Hal ini memudahkan anak-anak untuk lebih cepat mengkliping.

4. Buat sampul

Sampul dalam kliping berguna untuk memudahkan ketika mencarinya. Biasanya bagian ini memuat judul, nama, materi, nama sekolah, dan informasi pribadi atau hal apa saja yang berkaitan dengan topik.

5. Gunting dan tempel

Cara membuat kliping anak SD selanjutnya adalah dengan menggunting materi yang sudah disiapkan. Kemudian, tempelkan di tempat yang telah ditentukan sebelumnya.

6. Menghias kliping

Setelah semua sudah ditempel, hiasi kliping sesuai dengan kreativitas masing-masing. Anda bisa menggunakan media menghias dengan glitter, spidol berwarna, potongan gambar, bunga kering, dan lain-lain.

7. Pasang sampul

Tahap terakhir adalah dengan memasang sampul. Tujuannya agar kliping tidak mudah rusak karena debu atau kotoran lain.

Jenis-jenis Kliping

CONTOH KLIPING
CONTOH KLIPING (Almost Never Clever)

 

1. Kliping Sekolah

Mengutip dari Gramedia.com, kliping sekolah merupakan yang biasanya ditugaskan oleh guru kepada siswanya. Biasanya tema tergantung dengan mata pelajaran. Untuk membuatnya, simak cara berikut ini:

a. Siapkan beberapa lembar kertas dari buku catatan
b. Siapkan bahan materi
c. Buat bingkai dari kertas warna-warni sebagai hiasan
d. Tempelkan potongan kertas pada lembaran buku catatan dan susun sesuai keinginan masing-masing.

2. Kliping Mini

Masih dilansir dari Gramedia.com, jenis berikutnya adalah kipling mini dalam buku. Di dalamnya merupakan paduan dari buku berukuran kecil.
Anda bisa membuatnya dengan menyediakan bagian kertas kosong untuk menambah beberapa potongan materi atau foto yang sudah dibuat menjadi album mini.

3. Kliping Monogram

Jenis ini memiliki ciri khas, yaitu menggunakan kertas abu-abu. Adapun cara membuatnya tak lebih kurang serupa dengan langkah mengkliping seperti biasa.

Susunan Kliping

CONTOH KLIPING
CONTOH KLIPING (Unsplash)

 

Meski kliping untuk anak SD biasanya dibuat lebih sederhana dan menekankan dari segi kreativitas, perlu diketahui bahwa mengkliping terdapat susunan yang sebaiknya dijadikan acuan. Merangkum dari Gramedia.com, berikut penjelasannya.

1. Sampul

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, sampul berguna untuk mencantumkan informasi mendasar dari kliping. Termasuk di dalamnya judul, penyusun kliping, nomor absen nama sekolah, dan lain-lain.

2. Kata pengantar

Kata pengantar dibuat oleh penyusun kliping. Namun, hal ini tidak bersifat wajib dalam mengkliping.

3. Daftar isi

Daftar isi berguna untuk mencari materi yang akan dibutuhkan.

4. Isi

Isi merupakan bagian utama dari kliping, yaitu kertas-kertas yang digunting dan ditempel.

5. Kesimpulan dan saran

Kesimpulan tidak bersifat wajib. Penyusun kliping bisa menemukan gagasan utama yang ditemukan dan dilengkapi dengan saran.

6. Daftar pustaka

Daftar pustaka merupakan salah satu yang wajib. Hal ini dapat menguatkan keakuratan tulisan yang Anda cantumkan pada kliping.

Teknik Membuat Kliping

CONTOH KLIPING
CONTOH KLIPING (Bobo Grid)

 

Perlu diketahui bahwa cara membuat kliping dapat dilakukan dengan menggunakan dua teknik. Di antaranya adalah Evixe dan Ordnere.

1. Teknik Evixe

Melansir dari Universitas 123, teknik ini dilakukan dengan menyusun kliping dengan satu judul dari koran atau majalah. Adapun subyek yang umum dipakai bisa dari berbagai bidang dan dibuat secara runtut dan kronologis.

2. Teknik Ordnere

Teknik ordnere dilakukan dengan menyusun tulisan menjadi satu subyek dan menjadi susunan dari berbagai judul koran atau majalah.

Demikian penjelasan lengkap mengenai cara membuat kliping anak SD dan penjelasannya. Selain itu, juga ada jenis, susunan, dan teknik yang patut diketahui.

Editor: Intan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Advertisement

Artikel Terkait