Kebakaran Kilang Cilacap, Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan LPG Aman

Pada Maret lalu, kebakaran kilang Pertamina juga terjadi di salah satu tangki minyak Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat.
Image title
11 Juni 2021, 23:49
Api membumbung tinggi saat terjadi kebakaran kilang Pertamina RU VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Senin (29/3/2021) dini hari.
ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/pras.
Api membumbung tinggi saat terjadi kebakaran di kompleks Pertamina RU VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Senin (29/3/2021) dini hari.

Kebakaran kilang Pertamina kembali terjadi. Kali ini menimpa salah satu bund wall (tanggul pengaman) tangki penyimpanan bahan bakar di area Kilang Cilacap, Jumat (11/6) malam. Meskipun begitu, Pertamina memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Gas Minyak Bumi (LPG) di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tetap aman. 

Kondisi tersebut dipastikan Unit Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Pemasaran Regional Jawa Bagian Tengah Brasto Galih Nugroho dalam keterangan resminya, Jumat (11/6). Dia menjelaskan, Pertamina Pemasaran Regional Jawa Bagian Tengah memiliki 7 Fuel Terminal dan 3 LPG Terminal yang memasok kebutuhan BBM dan LPG di Jawa Tengah dan DIY.

“Untuk itu, pasokan dan distribusi kepada masyarakat dapat dipastikan aman dan cukup melalui unit operasi tersebut,” ungkap Brasto.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat Jawa Tengah dan DIY untuk tidak khawatir akan kebutuhan pasokan BBM dan LPG.

Advertisement

Setelah melakukan upaya maksimal, Pertamina berhasil mengendalikan kebakaran pada tangki yang berisi benzene (bensin). Saat ini, perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut terus melakukan upaya pemadaman sisa api di area bund wall. Upaya pendinginan juga masih terus dilakukan untuk mencegah api timbul kembali.

Kebakaran tangki di area Kilang Cilacap terjadi pada pukul 19.45 WIB di Jumat (11/6) malam. Adapun penyebab kebakaran masih belum diketahui. Upaya pemadaman dilakukan dengan menggunakan penyemprotan foam (busa) ke arah titik api. Sebanyak 50 tenaga pemadam kebakaran diturunkan untuk menangani insiden tersebut.

Kilang Cilacap merupakan satu dari 6 kilang milik Pertamina, dengan kapasitas pengolahan 270 ribu barel per hari (bph). Kilang ini memiliki sekitar 200 tangki untuk menampung crude (bahan bakar mentah) yang akan diolah menjadi gas serta BBM sebagai produk hasil pengolahan minyak mentah.

Sekedar mengingatkan, Maret lalu kebakaran kilang Pertamina lainnya terjadi di salah satu tangki minyak Balongan, Indramayu Jawa Barat. Butuh waktu beberapa hari bagi perusahaan menghentikan kobaran api dan kepulan asap hitam pekat tersebut. Insiden juga menimbulkan korban jiwa dan penyebab utamanya masih diselidiki saat ini.

Pertamina mempunyai enam unit kilang minyak di Indonesia. Melansir Databoks,  keenam kilang tersebut, memiliki total produksi hingga 1.031 ribu barel per hari (MBSD). Adapun kilang terbesar berada di Unit Pengolahan (UP) IV Cilacap, yakni sebesar 348 MBSD. Disusul kilang minyak unit V Balikpapan dengan kapasitas produksi mencapai 260 MBSD.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait