Perhimpunan RS Sebut ICU Covid-19 Penuh Pasien Gejala Berat

Sekretaris Jenderal Persi Lia Gardenia Partakusuma mengatakan tingkat keterisian tempat tidur ICU pasien Covid-19 di rumah sakit mencapai 73,6% per Selasa (27/7).
Rizky Alika
28 Juli 2021, 07:30
Petugas medis mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap merawat pasien Covid-19 yang menunggu di pelataran untuk mendapatkan tempat tidur perawatan di IGD RSUD Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu, (23/6/2021). Sejak awal bulan Juni 2021 atau setelah libur
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Petugas medis mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap merawat pasien Covid-19 yang menunggu di pelataran untuk mendapatkan tempat tidur perawatan di IGD RSUD Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu, (23/6/2021). Sejak awal bulan Juni 2021 atau setelah libur lebaran hingga saat ini lonjakan pasien positif Covid-19 terus terjadi sehingga rumah sakit kewalahan dan kehabisan tempat perawatan.

Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (Persi) menyatakan tingkat keterisian tempat tidur (BOR) perawatan intensif (ICU) untuk pasien Covid-19 masih tinggi. Bahkan di Maluku Utara tingkat keterisiannya sudah mencapai 100%.

Sekretaris Jenderal Persi Lia Gardenia Partakusuma mengatakan, BOR ICU secara nasional mencapai 73,6% pada Selasa (27/7).

"Hati-hati di ICU. Itu kan tandanya pasien gejala berat masih banyak, yang kritis masih banyak. Begitu rumah sakit buka ICU, pasien-pasien langsung masuk," kata Lia saat dihubungi Katadata.co.id, Selasa (27/7).

Menurutnya, keterisian ICU Covid-19 paling tinggi berada di Maluku Utara, yaitu 100%, disusul oleh Yogyakarta sebesar 91%, Banten 86%, DKI Jakarta 83%, dan Jawa Barat 81%.

Advertisement

Di luar itu, Lia juga memperingatkan Sumatera Barat untuk berhati-hati lantaran tingkat keterisian ICU telah mencapai 75%, sementara keterisian ruang isolasi mencapai 78%.

"Di Jakarta kan begitu. Awalnya terisi sekitar 70%, tiba-tiba 80%. Kalau terisi 80%, antreannya panjang," ujar dia.

Meskipun begitu, secara keseluruhan Lia menyampaikan kalau keterisian ICU di ibu kota negara telah mengalami penurunan. Hal ini tercermin dari penurunan antrean pasien di tenda darurat dan IGD.

Adapun, BOR ruang isolasi dan ICU secara nasional mengalami penurunan. Pada Jumat (23/7), BOR isolasi dan ICU nasional mencapai 71%, sementara Selasa (27/7) angkanya turun menjadi 66,09%.

BOR ruang isolasi dan ICU tertinggi berada di Yogyakarta yaitu 87%. Sementara, wilayah yang masih mencatatkan BOR di atas 70% meliputi Kalimantan Timur, Lampung, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Bali, Sumatera Sselatan, Bangka Belitung, Jawa Timur, dan Sumatera Utara.

"Yang lain sudah turun. BOR Jakarta 61%, Jawa Barat 62%, dan Jawa Tengah 64%," ujar dia.

 

Penurunan BOR tersebut juga diikuti penambahan kapasitas tempat tidur pasien Covid-19. Kondisi tersebut membuat persentase BOR akan semakin kecil.

Lia mengatakan, penambahan tempat tidur pasien Covid-19 berjumlah signifikan. Pada Selasa (27/7), penambahan mencapai 181 kasur dalam sehari. 

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melaporkan BOR pasien Covid-19 di rumah sakit telah menurun. Dari total 430 ribu kapasitas tempat tidur rumah sakit di seluruh Indonesia, 82 ribu diisi pasien Covid-19.

Angka tersebut menurun dari minggu lalu yaitu 92 ribu tempat tidur. "Jadi kita masih ada turun, terutama turunnya di daerah Jakarta," kata Budi di Kantor Presiden, Senin (26/7).

Namun, ada sejumlah daerah yang mengalami kenaikan BOR, yaitu Yogyakarta, Bali, dan wilayah di luar Jawa.

Mantan Direktur Utama Bank Mandiri itu berpesan kepada seluruh rumah sakit untuk menyampaikan total keseluruhan kapasitas yang ada di fasilitasnya, baik di kota maupun provinsi.

Reporter: Rizky Alika

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait