Kementerian ESDM Resmikan SPBG Berkapasitas 30.000 Liter di Semarang

SPBG dibangun menggunakan dana APBN Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tahun Anggaran 2015, yang kemudian diserahkan ke PT Pertamina melalui Penyertaan Modal Pemerintah.
Image title
20 Agustus 2021, 18:56
Kementerian ESDM, SPBG, PGN
SPBG KATADATA | Agung Samosir
SPBG KATADATA | Agung Samosir

Kementerian Energi Sumber Daya Mineral alias Kementerian ESDM meresmikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas atau SPBG berkapasitas 30.000 liter premium per hari (lsp) pada Jumat (20/8). Berlokasi di Kaligawe, Semarang, Jawa Tengah, Kementerian ESDM menyampaikan pembangunan SPBG dilakukan sebagai upaya memaksimalkan pemanfaatan gas bumi untuk domestik.

SPBG dibangun menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tahun Anggaran 2015 yang kemudian diserahkan ke PT Pertamina melalui mekanisme Penyertaan Modal Pemerintah. SPBG Kaligawe memiliki kapasitas 1 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

"Produksi gas bumi nasional harus dimanfaatkan secara maksimal untuk penggunaan dalam negeri dan menciptakan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji dalam keterangan tertulis, Jumat (20/8).

Dengan beroperasinya SPBG Kaligawe, Tutuka berharap dapat mendorong masyarakat menggunakan kendaraan berbahan bakar gas alam terkompresi (CNG) yang ramah lingkungan. Selain itu, kehadiran SPBG diharapkan dapat melayani kebutuhan bahan bakar CNG untuk kendaraan khususnya di wilayah Kota Semarang. Itu termasuk bus rapid transit (BRT) Trans Semarang.

"Dengan konversi BBM ke BBG, emisi kendaraan lebih rendah dan lebih ramah lingkungan," ujarnya.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Pembangunan SPBG Kementerian ESDM Noor Arifin Muhammad mengatakan, saat ini SPBG Kaligawe akan menyuplai kebutuhan bahan bakar bus Trans Semarang.

Pemerintah Kota Semarang juga merencanakan akan menggunakan bahan bakar gas (BBG) untuk truk sampah apabila SPBG Semarang beroperasi. Menurut Arifin penggunaan BBG bisa menghemat kebutuhan bahan bakar sekitar 13%. 

Asumsinya, jika kebutuhan solar untuk satu unit bus sekitar 50 liter per hari dengan harga Rp 5.150 per liter, maka setiap truk membutuhkan biaya hingga Rp 257.500. Sedangkan untuk truk yang menggunakan BBG, dengan harga bahan bakar Rp 4.500 per lsp, maka biaya yang dikeluarkan sekitar Rp 225.000.

Sejak 2011 hingga 2016 pemerintah telah membangun 46 unit SPBG yang tersebar di beberapa kabupaten dan kota di Tanah Air. Diantaranya Palembang, Prabumulih, DKI Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang Selatan, Depok, Cilegon, Merak, Serang, Kabupaten Subang, Purwakarta, Cirebon, Indramayu, Semarang, Gresik, Sidoarjo, Surabaya, dan Balikpapan. Sampai saat ini SPBG yang telah beroperasi sebanyak 17 unit.

Khusus di Kota Semarang terdapat 3 unit SPBG yang telah dibangun yaitu SPBG Kaligawe yang merupakan SPBG Online Station. SPBG ini terkoneksi dengan pipa distribusi Subholding Gas dan untuk operasional akan menggunakan gas dari Blok Kangean dan Blok Muria.

SPBG lainnya adalah SPBG Mangkang yang merupakan SPBG Mother Station yang dibangun dengan APBN 2014. Namun SPBG tersebut sampai saat ini belum terhubung dengan sumber gas, sehingga belum dapat dioperasikan. Terakhir, SPBG Penggaron merupakan SPBG Daughter Station yang mendapat supply gas dari SPBG Mangkang sehingga dapat dioperasikan segera setelah SPBG Mangkang beroperasi.

Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha PT Pertamina Iman Rachman menjelaskan, rata-rata pemakaian gas untuk 200 unit bus Trans Semarang sekitar 8.400 lsp. Dari pemanfaatan SPBG Kaligawe yang berkapasitas 30.000 lsp, masih ada sekitar 21.600 lsp yang bisa dipakai untuk 500-600 kendaraan lain.

"Nantinya fasilitas ini juga dapat dioptimalkan untuk layanan Compressed Natural Gas (CNG) sektor komersial sebagai salah satu upaya substitusi LPG secara bertahap," ujar Iman.

Direktur Utama PGN Haryo Yunianto menambahkan, PGN sebagai Subholding Gas Pertamina akan melakukan penambahan titik suplai bahan bakar gas khususnya sektor transportasi. Harapannya, itu dapat mempermudah akses masyarakat.

"Lokasi SPBG Kaligawe cukup strategis di dekat ruas jalan nasional. Maka perlu dilakukan survei lebih mendetail terutama capturing potensi demand transportasi di luar bus trans Semarang, seperti angkutan kota yang melewati jalan Raya Kaligawe," ujar Haryo.

Dengan beroperasinya SPBG Kaligawe, akan menambah jumlah outlet penyediaan BBG pada program konversi di sektor transportasi yang dikelola Pertamina Group . Ke depannya, akan dilakukan peningkatan utilisasi pada SPBG Kaligawe untuk melayani pelanggan di sektor rumah tangga dan industri retail Semarang dan sekitarnya.

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait