Perempuan Tangguh (PTI) Akan Lanjutkan Vaksin Massal untuk Disabilitas

Ketua Perempuan Tangguh Indonesia I Dede Radinal, mengatakan jumlah penyandang disabilitas Indonesia mencapai 38 juta orang dan yang memperoleh vaksin masih jauh dari angka tersebut
Image title
5 September 2021, 20:28
Vaksin, Disabilitas, Covid-19, vaksin covid
Katadata/PTI

Perempuan Tangguh Indonesia (PTI) mengadakan kegiatan vaksinasi massal Covid-19 bagi kaum disabilitas, pada Sabtu (4/9) di SMKN 15, Bandung. Aksi tersebut menyusul evaluasi pemerintah pusat yang menyatakan jumlah disabilitas yang divaksinasi di Jawa Barat baru 15%.

Ketua II PTI yang juga Ketua Panitia penyelenggara program vaksinasi massal tersebut, Hemasari Dharmabumi mengatakan jumlah penyandang disabilitas dengan identitas KTP Bandung mencapai 4.444 orang. Jika digabungkan dengan jumlah pendatang disabilitas, jumlahnya berkisar 7 ribu orang. 

Besarnya kebutuhan vaksin Covid-19 yang belum terpenuhi di kalangan disabilitas, PTI berencana untuk menggelar kembali vaksinasi massal untuk difabel pada pertengahan September 2021. Fokusnya, PTI Jawa Barat akan menyasar difabel dengan kategori 4P, yakni perempuan, pelajar, pesantren dan pekerja. 

"Kami berharap penyebaran dosis vaksin dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) proporsional dengan banyaknya jumlah penduduk. Di Jabar ini, kami susah mendapat dosis vaksin, padahal kami sudah siap bergerak,” kata Hemasari dalam keterangan resminya kepada Katadata.co.id, Minggu (5/9).

Advertisement

Ketua PTI I Dede Radinal mengatakan jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai 38 juta orang dan yang memperoleh vaksinasi hingga saat ini masih jauh dari angka tersebut. Untuk itu, yayasan PTI berencana terus melanjutkan kegiatan vaksinasi di beberapa lokasi yang membutuhkan.

"Kami menyasar Jawa Barat yang serapan vaksinasinya masih sekitar 50% di bawah target jika mengejar 100% tervaksin di akhir 2021. Kami akan terus bekerjasama dengan pemerintah, komunitas, tenaga medis dan donatur-donatur yang bersedia mendukung gerak ini agar Indonesia cepat bertumbuh,” ujar Dede.

Kegiatan vaksinasi massal kemarin (4/9), PTI bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Bandung, Sesko TNI, Komunita Budha Tzu Chi, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Barat, Klinik Mawar, Relawan Youth Center Mitra Citra Remaja (MCR) dan donatur-donatur lainnya.

“Begitu antusias sambutan kaum disabilitas untuk mendapatkan vaksin Covid-19. Ada 500 difabel dan 100 pendamping yang divaksin,” kata Hermasari.

Adapun kategori difabel pada program vaksinasi Covid-19 kemarin dibagi menjadi dua, yakni golongan difabel usia 12-17 tahun dan golongan 18 tahun ke atas. Antrian vaksin juga dilakukan berdasarkan skala prioritas, di mana untuk difabel yang mudah resah atau tantrum akan didahulukan oleh panitia. Hemasari menekankan, untuk melayani difabel dibutuhkan penanganan khusus dengan penuh kasih sayang. 

Usai divaksin, peserta difabel akan menerima paket sembako berupa paket beras dari Sesko TNI dan Budha Tzu Chi. Mengingat, peserta yang difabel berasal dari berbagai kalangan, termasuk mereka yang hanya berpenghasilan Rp 150 ribu.

"Penyandang tunanetra yang berprofesi sebagai tukang pijat, karena pandemi hanya mampu mengumpulkan Rp 150 ribu. Bayangkan, cukup apa?" kata Hemasari.

Ketua III PTI Amy Wirabudi mengatakan, kehadiran program vaksinasi massal diharapkan dapat mengejar tercapainya herd immunity masyarakat, sehingga akan berpengaruh pada geliat perekonomian. Jawa Barat dipandang sebagai kawasan yang memiliki peran penting dalam mempengaruhi pergerakan herd immunity  di Jakarta.

"Pemerintah juga mendorong agar kesetaraan akses vaksin bagi seluruh rakyat segera direalisasikan. Untuk itu kami ikut berpartisipasi dengan memprioritaskan para difabel, dan langkah pertama kami di kota Bandung,” ujar Amy.

Program Vaksinasi Disabilitas dari Perempuan Tangguh Indonesia (PTI)
Program Vaksinasi Disabilitas dari Perempuan Tangguh Indonesia (PTI) (Katadata/PTI)
 

 

Wakil Komandan Sesko TNI, Mayjen TNI Handy Geniardi,S.E,MM mengatakan kolaborasinya dengan Yayasan Perempuan Tanggung Mandiri Indonesia cukup menyentuh. "Mudah-mudahan bisa berkah dan berlanjut. Satu upaya untuk membantu program pemerintah,” katanya.

Sementara itu, Direktur Umum Sesko TNI Marsekal Pertama TNI Djoko Hadipurwanto, S.E, M.M, menjelaskan paritisipasi pihaknya sejak awal pandemi untuk percepatan vaksinasi di masyarakat sudah sangat aktif. Sebelumnya pernah digelar juga pengadaan vaksin untuk kaum dhuafa, 300 difabel, dan 3.000 masyarakat umum.

"Apa saja yang bisa kami bantu, akan kami bantu. Kami lakukan secara maksimal. Kami punya alat, tenaga vaksinator, juga tempat yang boleh dipakai,” ujar Djoko.

 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait