Jelang Pilpres 2024, Menteri Jokowi Berlomba Naikkan Elektabilitas

Sandiaga Uno dan Airlangga Hartarto dinilai beberapa lembaga riset cukup cakap maju ke ajang Pilpres 2024. Sembari menjabat sebagai menteri Jokowi, elektabilitas kedua nama tersebut ikut meningkat.
Image title
26 September 2021, 12:30
Pilpres 2024, elektabilitas capres, sandiaga uno, airlangga hartarto
Youtube/Setneg
Presiden Joko Widodo membacakan pidato kenegaraan dalam sidang tahunan MPR pada Senin (16/8).

Masih tersisa waktu sekitar tiga tahun menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Namun, para pejabat terlihat mulai gencar memamerkan kepiawaiannya dalam memimpin sehingga dapat mendongkrak elektabilitas capres.

Elektabilitas Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno misalnya, dinilai Party Watch (Parwa) Institute cukup tinggi untuk maju ke Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024. Direktur Eksekutif lembaga riset tersebut, Muh Jusrianto mengatakan Partai Gerindra berpeluang mengusung Sandiaga pada Pilpres ke depan.

"Elektabilitas Sandiaga Uno selalu masuk lima teratas di beberapa hasil survei selama Mei hingga Agustus 2021. Elektabilitas Sandiaga semakin melejit usai menduduki jabatan menteri," kata Jusrianto dalam keterangan tertulis, Minggu (26/9).

Pada 15 Agustus 2021 Indonesia Political Opinion (IPO) melakukan survei dan menempatkan Sandiaga di urutan ketiga dengan nilai elektabilitas 13,5%. Kemudian pada 14 Juni 2021, hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), elektabilitas Calon Wakil Presiden 2019 yang berpasangan dengan Prabowo Subianto tersebut berada di urutan keempat dengan perolehan 6,9%.

Tak hanya itu, hasil survei Indikator 5 Mei 2021 menunjukkan Sandiaga berada di urutan kelima, dengan perolehan elektabilitas 11,1%. Jusrianto juga menilai kinerja Sandiaga sebagai cukup baik, dengan hasil tiga lembaga survei yang selalu menempatkan Sandiaga masuk tiga besar.

"Bahkan, Puspoll Indonesia pada 20-29 April 2021 menunjukkan Sandiaga menempati urutan teratas dengan 11,3% merespons sangat baik, 68,5% menilai cukup baik," kata Jusrianto.

Pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2017, Sandiaga memenangkan kontestasi dan menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta, berpasangan dengan Anies Baswedan. Karir politiknya kemudian menanjak saat dia mengajukan diri sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2019 mendampingi Menteri Pertahanan saat ini, Prabowo Subianto.

Jusrianto menilai Sandiaga memiliki sederet modal sebagai seorang politisi. Mulai dari kapasitas atau modal intelektual, modal sosial, modal ekonomi hingga kemampuan kepemimpinannya.

"Pilpres 2024 bisa jadi miracle terulang bagi Sandiaga. Misalnya, Gerindra mengusung Sandiaga apakah sebagai Capres atau Cawapres, sedangkan Prabowo jadi king maker," ujarnya.

 

Berdasarkan Databoks, survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan, kalau Prabowo berpotensi memenangkan pemilihan presiden (pilpres) jika dilakukan pada saat ini. Pasalnya, elektabilitas pria yang juga menjadi Ketua Umum Partai Gerindra itu mencapai 26,2% dalam simulasi 15 nama.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berada di posisi kedua dengan elektabilitas sebesar 20,8%. Setelahnya ada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan elektabilitas mencapai 15,5%.

Kemudian, elektabilitas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tercatat mencapai 5,7%. Sedangkan Sandiaga dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono sama-sama memiliki elektabilitas 5,4%.

Indikator melakukan survei terhadap 1.220 orang di seluruh Indonesia pada 30 Juli hingga 4 Agustus 2021. Survei juga menggunakan metode simple random sampling dengan tingkat toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 2,9% dan tingkat kepercayaan 95%.

Di sisi lain, Head of Department of Politics and Social Change at Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes menilai, situasi politik di Indonesia saat ini belum jelas menunjukkan siapa saja yang akan mendapatkan dukungan dari partai politik untuk maju dalam Pilpres 2024. Oleh karena itu, komunikasi politik menjadi strategis untuk dilakukan.

Arya menilai, gaya komunikasi politik yang dilakukan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto bisa menaikkan elektabilitas. Apalagi, komunikasi lintas partai harus menjadi agenda politik yang konsisten dilakukan oleh Airlangga.

Sebelumnya, diketahui Ketua Umum Golkar Airlangga bertemu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Klaten. Selepas itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tersebut juga berolahraga dengan Muhaimin Iskandar di Jakarta.

"Semakin sering mereka bertemu, maka di tingkat pemilih, di bawah, juga semakin baik dan tidak terpolarisasi. Masyarakat melihat mereka bisa berkomunikasi meski suatu saat juga berkompetisi," kata Arya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (26/9).

Golkar sendiri dalam agenda Pilpres 2024 diuntungkan karena memiliki sekitar 14% kursi di DPR. Artinya, partai berlambang pohon beringin tersebut hanya butuh sisa 6% untuk bisa mencalonkan presiden. Dengan kata lain, kondisi itu membuat Golkar dan Airlangga sebagai partai dan figur yang menarik karena memiliki posisi tawar yang tinggi untuk bersaing di pesta lima tahunan tersebut.

"Saat ini waktu yang ideal dan pas untuk melakukan mobilisasi politik, seperti yang dilakukan Airlangga. Semakin dini, calon itu melakukan sosialisasi politik ke publik, maka semakin baik pula bagi masyarakat," ujarnya.

Selain itu, hal itu juga memberikan kesempatan bagi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian 2019-2024 tersebut bertemu dengan banyak orang dan menjalin komunikasi politik. Bahkan, potensial untuk terus meningkatkan elektabilitasnya melalui sosialisasi.

 

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait