PPKM Bakal Diperketat, Target Okupansi Hotel 100% Terancam Meleset

Saat PPKM dilonggarkan, kunjungan hotel mencapai 85 % akhir pekan dan hari kerja 80 %. Dominasi pemesanan hotel dari rapat kementerian dan lembaga, dan diharapkan beralih menjadi wisatawan akhir tahun
Image title
20 November 2021, 08:36
PPKM, natal dan tahun baru,
ANTARA FOTO/Ampelsa/rwa.
Sejumlah wisatawan tiba dari Pulau Sabang di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue, Banda Aceh, Aceh, Kamis (24/12/2020). Untuk mengatasi lonjakan wisatawan yang berlibur menjelang Natal dan Tahun Baru ke Pulau Sabang, Aceh, pihak pengelola pelabuhan menambah jadwal pelayaran kapal roro dan kapal cepat dari dua kali menjadi empat kali pelayaran dalam sehari.

Pemerintah memutuskan untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM level 3 untuk akhir tahun 2021 dan awal 2022. Hal tersebut berpotensi menggeser target okupansi hotel yang semula diperkirakan bisa mencapai 100 %.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor Yuno Abeta Lahay mengatakan, okupansi atau tingkat hunian hotel sebesar 100 % pada liburan Natal dan Tahun Baru bakal meleset seiring dengan penetapan pemerintah terkait pembatasan.  

Sementara itu, PHRI Kota Bogor akan tetap mengikuti kebijakan yang ditetapkan pemerintah pusat. Dikutip dari Antara, Yuni berharap pengawasan pada kegiatan masyarakat dan tempat wisata lain juga diperketat.

"Jangan sampai, hotel dan restonya dibatasi, tetapi jalan-jalan tetap ramai, tempat-tempat lain penuh," kata Yuno, Jumat (19/11).

Advertisement

Sebelumnya, pengusaha hotel dan restoran telah menyambut baik penurunan level PPKM menjelang libur natal dan tahun baru untuk menaikkan okupansi. Itu mengingat, pemberlakuan PPKM level 1 yang sempat diterapkan sempat membuat okupansi hotel dan restoran di Bogor membaik. 

Di merinci, saat PPKM dilonggarkan, kunjungan hotel telah mencapai 85 % pada akhir pekan dan rata-rata hari kerja 80 %. Pemesanan hotel yang biasa didominasi oleh rapat kementerian dan lembaga, diharapkan lebih menggeliat oleh wisatawan yang berlibur. 

"Jika benar-benar diberlakukan PPKM level 3 akan mustahil bisa maksimal," ujarnya. 

Yuno mengatakan kalau hotel-hotel dan restoran mulai bersiap menyambut wisatawan akhir tahun, termasuk dengan melakukan promosi akhir tahun. Harapannya, itu bisa menaikkan kunjungan hingga 100 %.

"Inginnya, momen akhir tahun dipergunakan kami untuk menaikkan pendapatan untuk menutupi operasional kami yang terganggu dampak pandemi di awal tahun," kata Yuno.

Sebelumnya, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan survei untuk melihat pola perjalanan di masa libur Natal dan Tahun Baru 2022 atau Nataru. Survei menunjukan 13% responden berniat melakukan perjalanan di akhir tahun.

Menurut Kemenhub, jumlah tersebut setara dengan 34,6 juta orang. Jumlah tersebut lebih besar dari perkiraan pemerintah.  Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memperkirakan sekitar 19,9 juta orang akan bepergian sepanjang Nataru 2021. 

Di sisi lain, jelang tutup tahun 2021 Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengingatkan masyarakat untuk tetap mempertahankan pengendalian Covid-19 di Tanah Air. Apalagi, kondisi di berbagai negara kembali mengalami lonjakan kasus. 

Dia menekankan, kondisi perkembangan kasus Covid-19 di negara-negara Eropa harus menjadi pelajaran bagi masyarakat Indonesia. Sementara, pemerintah juga menyiapkan sejumlah aturan untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus. 

"Mengapa diatur, agar tidak berpotensi untuk gelombang ke-3. Keberhasilan itu amat ditentukan kesadaran masyarakat," kata Jonny dalam keterangan resminya kemarin (19/11).

Menkominfo juga menegaskan, tujuan dibuat bukan untuk melarang perayaan Natal dan Tahun Baru, tetapi untuk mengendalikan Covid-19 saat momentum tersebut. Masyarakat tetap boleh beribadah, tapi akan ada syaratnya.

Masyarakat juga diperkenankan untuk melakukan kegiatan Tahun Baru, tapi ada syaratnya. Dengan begitu, masyarakat tetap bisa merayakan hari besar seperti upacara keagamaan. Di mana, aturan detil akan dikeluarkan melalui instruksi Mendagri

Juru Bicara Pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr Reisa Broto Asmoro mengatakan, ancaman gelombang ketiga di Indonesia dapat terjadi bila ada kesempatan. Terlebih, ketika masyarakat tidak menjalankan protokol kesehatan serta terjadi mobilitas tinggi.

"Pemerintah berencana akan melakukan pengetatan mobilitas dengan tujuan untuk memperketat pergerakan orang guna mencegah lonjakan kasus Covid-19," ujarnya.

Ia mengatakan tren kenaikan kasus di Indonesia terjadi setelah masa libur, akibat mobilitas dan interaksi sosial yang meningkat tajam, yang mana seringkali menurunkan kepatuhan protokol kesehatan.

Reisa menjelaskan, dari Data Google Mobility Index pada 15 November 2021 menunjukkan kegiatan rekreasi atau ke tempat wisata meningkat. Begitu juga dengan kunjungan kawasan perumahan, yang mana kegiatan silaturahim keluarga atau antarsahabat juga meningkat.

"Dalam konteks PPKM level 1, tentunya tidak ada yang salah dengan fakta ini. Namun dalam konteks bahwa virus masih ada dan tetap terus bermutasi, vaksinasi belum 100 %, dan kemungkinan besar protokol diturunkan kedisiplinannya, tentu ini sangat berbahaya," ujar dia.

Pengamatan yang dilakukan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menunjukkan kepatuhan memakai masker di restoran, tempat wisata, pemukiman ini paling rendah.

Selain itu, pantauan di beberapa tempat rekreasi di Pulau Jawa, seperti di Dunia Fantasi di Jakarta dan Jatim Park di Batu, Jawa Timur masih memperlihatkan risiko-risiko yang perlu dimitigasi untuk memastikan kegiatan di lokasi tersebut aman.

Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumatera Utara mendukung kebijakan pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 untuk mencegah gelombang ketiga penularan Covid-19 pada masa libur Natal dan Tahun Baru mendatang.

"Kebijakan antisipasi lonjakan Covid-19 harus didukung, karena kalau tidak terjadi gelombang tiga Covid-19 maka perekonomian Sumut tentunya semakin pulih dari posisi saat ini, "ujar Ketua Asita Sumut Solahuddin Nasution di Medan, Jumat.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait