Pemerintah Optimistis Target 70% Vaksinasi Covid-19 Tercapai Awal 2022

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per Jumat (17/12), sekitar 150,25 juta orang sudah menerima vaksin dosis pertama.
Image title
18 Desember 2021, 09:50
vaksin, vaksinasi, covid-19, covid
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/aww.
Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro (kedua kanan) didampingi oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto (kiri) dan Perwakilan anak untuk Hari Anak Nasional memberikan pengarahan kepada masyarakat saat perayaan Hari Anak Nasional 2020 di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Pemerintah optimistis 70% penduduk Indonesia sudah menerima vaksinasi Covid-19 pada awal tahun 2022. Saat ini lebih dari 105 juta orang yang telah mendapatkan vaksinasi lengkap, kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro.

"Kami optimistis di awal tahun depan Indonesia sudah bisa mencapai target program vaksinasinya, memvaksinasi 70 % dari warga negara," kata Reisa dalam konferensi pers virtual yang diikuti dari Jakarta, Jumat (17/12).

Dia mengatakan kini lebih dari 150 juta warga Indonesia sudah menerima setidaknya vaksin Covid-19 dosis pertama. Sementara capaian dosis kedua sudah melebihi 105 juta orang.

Menurut data Kementerian Kesehatan per Jumat (17/12), sekitar 150,25 juta orang yang sudah menerima vaksin dosis pertama. Sementara 106,02 juta orang yang telah menjalani vaksinasi kedua atau 50,91 % dari target 208,26 juta orang yang ditetapkan pemerintah.

Advertisement

Duta Adaptasi Kebiasaan Baru itu menjelaskan ketika Indonesia sudah melakukan vaksinasi lengkap kepada 108 juta warganya berarti sudah 40 % dari jumlah populasi telah mendapatkan vaksin Covid-19, dengan data Badan Pusat Statistik menyebut terdapat 272.23 juta penduduk Indonesia.

"Ini adalah pencapaian luar biasa bagi negara kepulauan terbesar di dunia. Negara dengan jumlah penduduk keempat terbesar di dunia yang tersebar di 17 ribu pulau lebih," ujarnya.

Untuk mencapai jumlah 108 juta jiwa, maka terdapat 3,2 juta warga yang akan menjalani vaksinasi Covid-19. Terkait hal itu, Reisa juga mendorong semua anggota masyarakat untuk menyegerakan diri menjalani vaksinasi, termasuk 26,5 juta anak-anak kelompok usia 6-11 tahun, di mana program vaksinasi kelompok itu baru dimulai pada 14 Desember 2021.

Di samping itu, pemerintah juga terus meningkatkan kesiapan fasilitas kesehatan (faskes) untuk mencegah potensi lonjakan kasus di tengah munculnya varian baru Covid-19, termasuk meningkatnya mobilisasi penduduk.

“Kita berharap gelombang ketiga tidak terjadi di Indonesia. Namun, karena adanya varian virus baru dan mobilisasi penduduk yang meningkat dari hari ke hari, maka harus senantiasa diantisipasi. Vaksinasi dan kesiapan fasilitas kesehatan harus terus ditingkatkan,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan resminya kemarin.

Koordinator PPKM Luar Jawa-Bali itu juga mengatakan, faskes seperti oksigen medis di rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 di seluruh Indonesia menjadi hal krusial. Kesiapan tersebut diperlukan untuk mengantisipasi kondisi darurat dalam merawat pasien dengan gejala sedang dan berat.

Menurut Airlangga, Kondisi rumah sakit dengan stok oksigen kurang dari 12 jam, sudah semakin menurun trennya jika dibandingkan dengan kondisi saat puncak kasus pada Juli-Agustus 2021.

“Pemerintah terus berupaya memastikan kecukupan kebutuhan oksigen medis dan obat-obatan dengan melibatkan semua pihak dari dalam dan luar negeri. Dengan adanya bantuan oksigen generator dan kompresor ini tentunya sangat membantu pemerintah dalam meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan dan menangani pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

Sementara itu, kasus positif Covid-19 bertambah 291 orang pada Jumat (17/12), atau meningkat 36,6 % dibanding jumlah penambahan hari sebelumnya. Tambahan kasus terbanyak berasal dari Kepulauan Riau, yaitu sebanyak 70 kasus, atau melonjak hingga 775 % dibanding penambahan Kamis (16/12), yang hanya delapan kasus.

Selain Kepulauan Riau, tambahan kasus terbesar hari ini disumbang oleh Jawa Barat 51 atau naik 34,2 % dibandingkan sehari lalu sebanyak 38 kasus. Selanjutnya, Jakarta melaporkan tambahan 38 kasus atau turun 5 % dibandingkan kemarin.

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait