Tarif Listrik Bakal Naik, Penjualan di Daerah Ini Tertinggi Nasional

Secara nasional, PLN mencatat penjualan listrik sepanjang Januari-April 2022 mencapai 88.803 GWh. Di sisi lain, Pemerintah berencana menaikkan tarif listrik untuk pelanggan golongan 3.000 VA ke atas.
Image title
21 Mei 2022, 10:55
listrik, pln, tarif listrik
ANTARA FOTO/ Irwansyah Putra/nym.
Petugas PT PLN (Persero) melakukan perbaikan dan perawatan untuk mengoptimalkan jaringan listrik di Banda Aceh, Aceh, Kamis (28/4/2022). PT PLN (Persero) menyiagakan 48.442 personel di 2.925 posko siaga di seluruh tanah air untuk merawat dan memperbaiki jaringan listrik apabila terjadi gangguan selama bulan Ramadhan dan menjelang hari raya Idul Fitri 1443 Hijriah.

Perusahaan Listrik Negara mencatat Riau dan Kepulauan Riau sebagai daerah dengan angka penjualan listrik tertinggi secara nasional, periode Januari sampai April 2022. Sementara itu, dalam waktu dekat pemerintah berencana menaikkan tarif listrik Tanah Air untuk kategori tertentu.

"Pertumbuhan penjualan listrik tertinggi hingga April 2022 terjadi di Riau dan Kepulauan Riau, yaitu sebesar 43,8 % (dibandingkan periode yang sama tahun lalu)," kata Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN, Diah Ayu Permatasari dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Sabtu (21/5).

Adapun wilayah dengan pertumbuhan penjualan listrik kedua tertinggi adalah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat mencapai 23,5 %. Lalu, posisi ketiga berasal dari wilayah Bangka Belitung dengan pertumbuhan 12,8 % dibandingkan tahun lalu.

Secara nasional, penjualan listrik sepanjang Januari hingga April 2022 mencapai 88.803 gigawatt jam (GWh) atau mengalami pertumbuhan sebesar 8,62 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu, yakni 81.756 GWh. Level tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2022, yaitu sebesar 5,01 % secara year on year (yoy).

Advertisement

Diah mengatakan penjualan listrik yang meningkat dipicu oleh berbagai program transformasi yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Selain itu, pencanangan program intensifikasi dan ekstensifikasi penjualan yang dilaksanakan oleh PLN selama pemulihan ekonomi pasca pandemi, juga mendongkrak angka penjualan listrik.

"Kami terus melakukan inovasi untuk mendorong penjualan listrik. Untuk pelanggan rumah tangga, kami mendorong electrifying lifestyle," ujar Diah.

Strategi intensifikasi penjualan tenaga listrik dilakukan PLN dengan mendorong penggunaan listrik pelanggan untuk kegiatan produktif. Langkah itu dilakukan melalui rangkaian program bundling dan promo tambah daya.

PLN juga mendorong penerapan gaya hidup dengan menggunakan peralatan berbasis listrik dalam kehidupan sehari-hari atau electrifying lifestyle, seperti mendorong ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai dan penggunaan kompor induksi.

"Banyak program yang kami sediakan mendorong konsumsi listrik, seperti diskon 30 % bagi pemilik kendaraan listrik yang mengisi daya kendaraan listriknya di malam hari," katanya.

Dia mengatakan strategi ekstensifikasi penjualan berupa peningkatan jumlah pelanggan PLN. Strategi itu ditempuh melalui program win back, yaitu mengakuisisi captive power atau mengganti kelistrikan perusahaan-perusahaan yang masih menggunakan pembangkit sendiri dengan suplai listrik dari PLN.

"Langkah tersebut dilakukan agar pelanggan dapat berfokus pada bisnis intinya. Urusan listrik biar kami yang backup," kata Diah.

Tak hanya itu, PLN juga terus menggali ceruk pasar potensial di berbagai sektor, misalnya program electrifying agriculture dan electrifying marine untuk sektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan serta kelautan. Berbagai strategi tersebut, dilakukan PLN untuk ikut menggerakkan perekonomian dengan menghadirkan listrik untuk kegiatan-kegiatan produktif.

Di sisi lain, pemerintah berencana menaikkan tarif listrik untuk pelanggan golongan 3.000 VA ke atas. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan rencana kenaikan tarif listrik ini juga telah memperoleh persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat.

"Pemerintah dan DPR setuju bahwa masyarakat yang mempunyai kemampuan ekonomi lebih,  yakni pelanggan golongan 3,000 VA ke atas dilakukan adjustment," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers usai Penyampaian Pokok-pokok Kebijakan RAPBN 2023, Jumat (20/5).


Reporter: Antara, Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait