Hyundai Investasikan Rp 81 T di AS, Bangun EV dan Pabrik Baterai

Hyundai Motor Group berencana untuk memulai pembangunan pabrik EV dan baterai berkapasitas 300 ribu unit per tahun pada Januari 2023 dan memulai produksi pada paruh pertama 2025.
Image title
Oleh Antara
21 Mei 2022, 13:20
Hyundai, kendaraan listrik, korea selatan
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa.
Pengunjung melihat mobil Hyundai Ioniq 5 usai diluncurkan di IIMS Hybrid 2022 di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (31/3/2022). PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) secara resmi memasarkan mobil listrik Ioniq 5 yang menjadi mobil listrik pertama yang diproduksi di Indonesia.

Produsen kendaraan, Hyundai Motor Group Korea Selatan akan menginvestasikan US$ 5,54 miliar atau setara Rp 81,3 triliun untuk membangun kendaraan listrik (EV), dan pabrik pembuatan baterai mobil di Amerika Serikat. Investasi tersebut dilakukan untuk memperkuat dorongan elektrifikasi di pasar mobil, sebagaimana dikutip Kantor Berita Yonhap, Sabtu (21/5).

Pengumuman itu muncul ketika Presiden AS Joe Biden mengunjungi Korea Selatan sebagai bagian dari perjalanan pertamanya ke Asia. Kunjungan tersebut berlangsung di tengah ketegangan dengan Cina dan berlanjutnya provokasi dari Korea Utara.

Hyundai Motor Group berencana untuk memulai pembangunan pabrik EV dan baterai berkapasitas 300 ribu unit per tahun pada Januari 2023 dan memulai produksi pada paruh pertama 2025, kata Negara Bagian Georgia dalam sebuah pernyataan.

Kelompok itu mengatakan telah memilih Georgia karena kecepatan pasar, tenaga kerja, dan kemampuan negara untuk memenuhi standar netralitas karbon perusahaan. Georgia adalah rumah bagi jaringan anak perusahaan dan pemasok Hyundai.

Advertisement

"AS selalu menempati tempat penting dalam strategi global Grup, dan kami senang bermitra dengan Negara Bagian Georgia untuk mencapai tujuan bersama kami tentang mobilitas dan keberlanjutan listrik di AS," kata Ketua Grup Hyundai Motor, Chung Eui-sun dalam sebuah pernyataan.

Gubernur Georgia Brian Kemp menyebut investasi Hyundai sebagai proyek pembangunan ekonomi terbesar dalam sejarah negara bagian itu. Pemasok non-afiliasi grup akan menginvestasikan tambahan US$ 1 miliar di pabrik, serta berpotensi menyerap 8.100 pekerjaan baru di Georgia, menurut pernyataan itu.

Nantinya, pabrik EV baru yang diusulkan di Georgia akan membantu Hyundai Motor Co. dan Kia Corp. memperkuat jajaran, seiring rencana produsen untuk meluncurkan SUV listrik, seperti Hyundai IONIQ 7 dan Kia EV9 di AS. Hyundai memiliki pabrik di Alabama dan Kia memiliki pabrik di Georgia.

Bulan lalu, Hyundai Motor mengumumkan akan menginvestasikan US$ 300 juta di pabrik Alabama untuk memulai produksi model hibrida bensin Santa Fe dan SUV GV70 listrik di bawah merek mewah Genesis akhir tahun ini.

Hyundai Motor berencana meluncurkan 17 model EV pada 2030, termasuk enam model Genesis. Sementara Kia dijadwalkan untuk merilis 14 EV pada 2027.

Sementara itu, Biden ingin menarik lebih banyak investasi di EV dan menghasilkan lebih banyak pekerjaan di industri EV. Pemerintah AS menargetkan setengah dari kendaraan yang dijual di AS menjadi kendaraan listrik pada 2030.

Pembuat mobil global telah berlomba untuk menjadi ramah lingkungan di tengah peraturan yang diperketat tentang emisi gas rumah kaca, yang mana menjadi salah satu penyebab pemanasan global.

Hyundai memiliki tujuh pabrik domestik di Korea dan 11 pabrik di luar negeri. Beberapa pabrik internasional itu tersebar di Cina empat pabrik, dan masing-masing satu pabrik di AS, Republik Ceko, Turki, Rusia, India, Brasil, dan Indonesia.

Adapun total kapasitas produksi kendaraan gabungan dari pabrik domestik dan internasional Hyundai, mencapai 5,65 juta kendaraan.

Sementara itu, Kia memiliki delapan pabrik domestik dan tujuh pabrik di luar negeri. Di antaranya tiga di Cina dan masing-masing satu di AS, Slovakia, Meksiko, dan India. Kapasitas keseluruhan produksinya mencapai 3,84 juta unit.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait