Saingi WhatsApp, Telegram Mampu Tampung 1.000 Panggilan Video

Image title
3 Agustus 2021, 08:54
Suasana konfrensi pers tentang Perkembangan Penutupan Akses Layanan Telegram di kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Senin (17/7). Kemenkominfo secara resmi memblokir 11 'Domain Name System (DNS)' terkait dengan layanan Telegram b
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Suasana konfrensi pers tentang Perkembangan Penutupan Akses Layanan Telegram di kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Senin (17/7). Kemenkominfo secara resmi memblokir 11 'Domain Name System (DNS)' terkait dengan layanan Telegram berbasis web pada Jumat (14/7) .

Perusahaan aplikasi percakapan Telegram meluncurkan pembaruan fitur panggilan video (video call) untuk menyaingi WhatsApp. Dengan pembaruan itu, Telegram bisa menampung panggilan video hingga 1.000 penonton. 

Telegram telah meluncurkan fitur panggilan video grup pada Juni lalu. Melalui fitur itu, panggilan suara dapat diubah menjadi panggilan video. Pengguna tinggal mengetuk ikon kamera untuk mengaktifkan perangkat video. Selain mengobrol melalui panggilan video, pengguna dapat membagikan layar mereka selama panggilan video.

Awalnya, fitur itu hanya bisa menampung sampai 30 penonton saja. Kemudian, pada pembaruan fitur terbaru, Telegram menambah jangkauan penontonnya dan bisa disaksikan hingga 1.000 penonton.  

"Kami berupaya meningkatkan batas jumlah orang yang dapat bergabung dengan panggilan video grup lebih luas lagi," kata Telegram dikutip dari Gadget 360, Senin (2/8).

Dengan jangkauan 1.000 penonton, pengguna bisa menyiarkan berbagai video dari perangkat mereka, mulai dari kuliah online, gaming, hingga rap battle.

Untuk memulai panggilan video dengan jangkauan 1.000 penonton, pengguna bisa membuka profil salah satu grup, kemudian klik ikon tiga titik di pojok kanan. Lalu, ada pilihan panggilan suara biasa. 

Saat panggilan suara dimulai, pengguna bisa mengalihkannya ke opsi panggilan video dengan mengetuk ikon kamera.

Selain itu, Telegram juga membuat pembaruan pada pesan video mereka. Telegram meningkatkan kemampuan resolusi video yang lebih tinggi. Kecepatan pada pesan video, seperti dipercepat atau diperlambat.

Lalu, Telegram juga memperbarui fitur screen sharing, penghapusan pesan otomatis, serta opsi pengaturan ulang password.

CEO Telegram Pavel Durov mengatakan, perusahaan gencar mengembangkan fitur panggilan video karena permintaan yang tinggi selama pandemi. Awal pandemi tahun lalu, beberapa layanan video untuk pertemuan mengalami lonjakan

Berdasarkan analisis JP Morgan, jumlah pengguna aktif harian Zoom naik 378% secara tahunan (year on year/yoy) per Maret 2020. Berdasarkan data Apptopia, pengguna aktif bulanan pun naik 186%. 

Advertisement

Microsoft Corporation mengatakan pengguna Skype bahkan naik hingga 70%. Microsoft menyatakan, dalam sebulan terakhir terdapat 40 juta orang menggunakan layanan Skype. Selain itu, panggilan antar pengguna Skype melonjak 220% dibanding bulan sebelumnya.

Selain karena tren layanan video, perusahaan juga meluncurkan fitur ini untuk bersaing dengan WhatsApp. Pavel mengatakan, sejak Januari perusahaan telah menggaet 500 juta pengguna aktif.  Banyak di antara pengguna Telegram datang setelah WhatsApp memperkenalkan kebijakan privasi baru. 

Kebijakan baru WhatsApp untuk berbagi data dengan Facebook menuai kontroversi. Sehingga jutaan penggunanya memilih hengkang dan beralih ke aplikasi pesan instan lain, seperti Telegram dan Signal.

Namun, tetap saja Telegram tertinggal dari WhatsApp. Aplikasi besutan Facebook itu telah memiliki 2 miliar pengguna. Sedangkan, fitur panggilan WhatsApp telah ada sejak 2018.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait