Permudah Difabel, Tokopedia Buat Voice Over hingga Beri Modal Usaha

Tokopedia berupaya meningkatkan kemampuan akses difabel dengan membuat fitur voice over. Ide tersebut muncul pada Februari 2021, berdasarkan keluhan pengguna difabel di platform e-commerce tersebut.
Image title
3 Desember 2021, 18:09
tokopedia, difabel, umkm, e-commerce, unicorn
ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/foc.
Pengemudi daring Gojek membawa kemasan paket dari Tokopedia di Titipaja Warehouse, Jakarta, Jumat (28/5/2021). Kementerian Koperasi dan UKM menyatakan kolaborasi bisnis yang dilakukan oleh dua startup raksasa Gojek dan Tokopedia, melalui pembentukan GoTo diharapkan mampu menciptakan integrasi layanan yang semakin efisien dan mempercepat penguatan bisnis di sektor UMKM.

Perusahaan e-commerce Tokopedia berupaya meningkatkan kemampuan akses pengguna dan penjual difabel di platform-nya. Di antara upaya unicorn Tanah Air itu membuat fitur voice over dan memberi modal usaha.

Head of Engineering Tokopedia, Tonito mengatakan tujuan peningkatan akses kepada difabel agar platform menjadi lebih inklusif. "Khususnya kepada difabel, akses digital dalam beragam kebutuhan menjadi lebih mudah," katanya dalam konferensi pers virtual, Jumat (3/12).

Apalagi, selama pandemi Covid-19, mobilitas masyarakat ke luar rumah menjadi berkurang. Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, difabel pun banyak mengandalkan layanan digital.

Salah satu upaya dalam meningkatkan kemampuan akses difabel, yakni dengan membuat fitur voice over. Ide fitur itu muncul pada Februari 2021, berdasarkan keluhan pengguna difabel di platform.

Advertisement

Kemudian, Tokopedia menguji coba fitur voice over dan kini bisa digunakan di aplikasi. Melalui fitur ini, pengguna akan mendapatkan informasi berupa suara dari perangkat yang mendeskripsikan konten-konten di aplikasi Tokopedia.

Misalnya, saat pengguna difabel masuk ke aplikasi, fitur voice over akan memberi tahu melalui suara menu yang ada. Kemudian saat pengguna ingin berbelanja, fitur tersebut akan memberikan informasi detail seperti deskripsi produk dan harga.

Tokopedia juga berkolaborasi dengan kelompok masyarakat difabel dengan membuat Tokopedia Care di Yogyakarta dan Semarang. Melalui Tokopedia Care, perusahaan membuka kesempatan bagi masyarakat maupun penyandang difabel di luar Jakarta untuk bergabung dan membantu menjawab permasalahan pengguna platform Tokopedia.

Selain itu, Tokopedia juga membuat program pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, Menengah alias UMKM melalui Tokopedia Bersama. Progam tersebut menyalurkan memfasilitasi donasi untuk pengembangan usaha kelompok masyarakat difabel.

"Kami juga memberikan akses modal bagi pengembang UMKM difabel itu," kata Tonito.

Engineering Manager Tokopedia, Ferico Samuel mengatakan ke depan Tokopedia akan mengembangkan lebih banyak lagi fasilitas yang memudahkan difabel dalam mengakses platform. Misalnya, Tokopedia ingin mengembangkan fitur pemindai gambar.

"Kami akan eksplorasi terus fitur lain ke depan berdasarkan masukan dari pengguna," ujarnya.

Diketahui, Tokopedia telah menggaet 100 juta pengguna sejauh ini. Berdasarkan data dari iPrice, jumlah kunjungan bulanan ke web Tokopedia meningkat sebesar 7% menjadi 158,1 juta kunjungan, dibandingkan kuartal II-2021. 

Capaian tersebut menjadikan Tokopedia sebagai e-commerce yang paling banyak dikunjungi sepanjang kuartal III-2021. 

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait