Saingi Lazada hingga Shopee, Tokopedia Kembangkan Fasilitas Logistik

Layanan logistik Tokopedia bernama Dilayani Tokopedia tersebut, memungkinkan penjual atau UMKM menitipkan produk di gudang pintar, pada wilayah yang memiliki permintaan tinggi.
Image title
18 Maret 2022, 19:12
tokopedia, lazada, shopee, logistik, umkm
ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/foc.
Pekerja membawa kemasan paket dari Tokopedia di Titipaja Warehouse, Jakarta, Jumat (28/5/2021). Kementerian Koperasi dan UKM menyatakan kolaborasi bisnis yang dilakukan oleh dua startup raksasa Gojek dan Tokopedia, melalui pembentukan GoTo diharapkan mampu menciptakan integrasi layanan yang semakin efisien dan mempercepat penguatan bisnis di sektor UMKM.

E-commerce Tokopedia turut meramaikan persaingan pasar logistik Tanah Air, dengan mengembangkan layanan pemenuhan pesanan (fulfillment) bernama Dilayani Tokopedia. Sebelumnya, e-commerce seperti Lazada hingga Shopee sudah lebih gencar mengembangkan layanan logistik mereka masing-masing. 

Layanan logistik pada Tokopedia itu, sebelumnya bernama TokoCabang, kemudian bertransformasi menjadi Dilayani Tokopedia. Adapun layanan tersebut memungkinkan penjual menitipkan produk di gudang pintar, pada wilayah yang memiliki permintaan tinggi. Disebut gudang pintar, karena e-commerce yang terintegrasi dengan Gojek itu mengadopsi kecerdasan buatan alias artificial intelligence atau AI.

Gudang pintar Dilayani Tokopedia tersebar di Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, Medan, dan Palembang.

AVP of Fulfillment Tokopedia, Erwin Dwi Saputra mengatakan Dilayani Tokopedia sepenuhnya membantu penjual dari segi operasional bisnis, seperti penerimaan, pengemasan, pengiriman pesanan, hingga penanganan jika ada kendala transaksi.Erwin mengatakan, pemanfaatan gudang pintar Dilayani Tokopedia telah mendongkrak penjualan penjual di decacorn tersebut.

Advertisement

"Penjual yang memanfaatkan layanan Dilayani Tokopedia, sukses mengalami peningkatan rata-rata transaksi hampir dua kali lipat dibanding sebelum menggunakannya,” kata Erwin dalam konferensi pers virtual, Jumat (18/3).

Secara keseluruhan, terjadi lonjakan transaksi layanan fulfillment Tokopedia hampir empat kali lipat pada 2021 dibanding tahun sebelumnya.

Melalui layanan Dilayani Tokopedia, pembeli juga bisa mengakses banyak pilihan produk dengan cepat. Pembeli bisa menikmati ongkos kirim nol rupiah se-Indonesia. Selain itu, terdapat garansi barang tiba maksimal empat jam untuk pengiriman dalam kota, dan 48 jam di berbagai kota lainnya setelah pembayaran.

Sebelumnya, sejumlah e-commerce seperti Shopee hingga Lazada sudah lebih gencar mengembangkan layanan logistik mereka masing-masing. Shopee misalnya, mempunyai layanan logistik sendiri yaitu Shopee Express. Proses pengiriman barang yang dipesan pembeli akan langsung ditangani oleh tim resmi perusahaan.

E-commerce asal Singapura itu membangun sistem logistik yang diklaim murah untuk mendorong ekspor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah alias UMKM lokal. Direktur Shopee Indonesia, Handhika Jahja mengatakan langkah itu bertujuan mendorong UMKM lokal agar mengekspor produk.

Selain Shopee, ada Lazada yang tahun lalu melakukan rebranding layanan logistik. E-commerce ini menyatukan dua merek layanan logistik, yakni Lazada eLogistics (LEL) dan Lazada Express (LEX). Kini namanya menjadi Lazada Logistics.

LEL sebelumnya mengelola pemenuhan dan logistik dengan penyedia pihak ketiga. Sedangkan LEX menangani pengiriman paket ke pelanggan. Kini, semuanya dilakukan oleh Lazada Logistics.

CEO Lazada Group, Chun Li mengatakan rebranding bertujuan meningkatkan efisiensi layanan logistik. Selain itu, layanan terpadu dinilai dapat menggaet lebih banyak pengguna.

Lazada juga gencar mengembangkan infrastruktur logistik guna menunjang perdagangan lintas-negara. Ini mencakup gudang free trade zone di Malaysia, fasilitas penyimpanan di Malaysia, Singapura, dan Thailand, serta gudang lokal.

Selain itu, Lazada membuat layanan multi-channel logistics alias MCL. Layanan tersebut menawarkan solusi pemenuhan stok tunggal untuk membantu enabler e-commerce dan brand di platform. Dengan MCL, perusahaan bisa mengonsolidasikan stok di bawah satu atap.

Sejumlah e-commerce itu gencar mengembangkan layanan logistik mereka masing-masing guna mengakomodasi kepentingan UMKM di tengah pandemi corona.

Berdasarkan studi Lazada bertajuk Percepatan Ekonomi Digital Indonesia melalui e-commerce, pada kuartal keempat 2020, sebanyak 65 % responden menyatakan bahwa layanan logistik menjadi tantangan terbesar. Responden yang dimaksud yakni UMKM yang belum terdigitalisasi.

Sedangkan 92 % responden yang telah terdigitalisasi setuju bahwa platform e-commerce membantu mereka mengatasi tantangan dalam operasional logistik.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait