Industri Asuransi Melaju, Kinerja AIA Juga Positif di Tengah Pandemi

Kinerja industri asuransi yang positif ditembus berkat meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan akibat pandemi Covid-19.
Image title
4 Mei 2021, 17:31
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, Kinerja Industri Asuransi berhasil bukukan pendapatan premi asuransi mencapai Rp 77,39 triliun per Februari 2021. Asuransi jiwa mendominasi pendapatan premi dengan membukukan capaian Rp 34,61 triliun.
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.
Petugas keamanan berjaga di Kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Jakarta, Rabu (10/6/2020).

Perusahaan asuransi jiwa AIA membukukan kinerja  positif pada 2020. Aset yang terkumpul sebesar Rp 53,3 triliun, meningkat dari periode yang sama di tahun sebelumnya yakni Rp 50 triliun. Capaian tersebut berhasil ditembus berkat meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan akibat pandemi Covid-19.

Di tahun lalu, AIA juga mencatatkan pendapatan premi Rp 13,5 triliun dengan rasio pencapaian solvabilitas hingga 630 persen atau jauh di atas ketentuan pemerintah sebesar 120 persen. Dengan begitu, perusahaan asuransi tersebut memiliki kemampuan untuk menuhi kewajibannya di jangka panjang termasuk melindungi seluruh nasabah.

Menurut manajemen AIA, perusahaan asuransi ini menempati posisi teratas dalam jumlah uang pertanggungan yang mencapai Rp 686 triliun. Pencapaian positif tersebut melampaui catatan di periode sebelum pandemi Covid-19 yakni di 2019. 

Presiden Direktur AIA Sainthan Satyamoorthy mengatakan, pihaknya telah memiliki pengalaman lebih dari 100 tahun dalam memberikan proteksi kepada masyarakat di kawasan Asia Pasifik. Upaya tersebut dicapai melalui produk yang dirancang untuk menghadapi berbagai kondisi termasuk pandemi.

“Peran kami di masa yang sangat menantang begitu besar untuk memberikan proteksi bagi masyarakat serta membantu mereka menjalani masa pandemi dengan rasa tenang," kata Sainthan dalam keterangan resminya, Selasa (4/5).

AIA telah memproteksi nasabah dengan membayar total klaim dan manfaat sepanjang 2020 sebesar Rp 3,2 triliun dari produk asuransi konvensional serta unit syariah. Dalam mengembangkan bisnisnya, AIA juga berfokus pada prioritas strategi yang mencakup compelling propositions, unrivalled distributions, dan leading customer experience

Dalam menghadapi pandemi secara responsif, AIA telah meluncurkan berbagai produk dan layanan. Beberapa inisiatif tersebut seperti pemasaran tanpa tatap muka fisik AIA DigiBuy dan Proteksi Lebih yang memberikan manfaat tambahan santunan tunai Rp 1,5 juta per hari selama rawat inap hingga maksimum 30 hari jika nasabah positif Covid-19. Lalu ada AIA Power Pro Life yang dipasarkan melalui kanal distribusi keagenan dan Maxi Protection Plus di kanal bancassurance

Awal 2021, AIA juga meluncurkan AIA Vitality, suatu terobosan program health & wellness yang terhubung dengan layanan inti perlindungan jiwa AIA di Indonesia sekaligus wujud inovasi dari konsep shared value yang diusung AIA.

Program AIA Vitality memberikan berbagai manfaat reward termasuk cashback bagi nasabah yang berkomitmen untuk mewujudkan pola hidup sehat dengan konsep yang menyenangkan. Mereka menyebutnya Know Your Health, Improve Your Health, Enjoy The Rewards

Dalam laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pendapatan premi asuransi di Indonesia mencapai Rp 77,39 triliun per Februari 2021. Asuransi jiwa mendominasi pendapatan premi dengan membukukan capaian Rp 34,61 triliun.

Lalu disusul BPJS Kesehatan dengan pendapatan premi asuransi sebesar Rp 22,32 triliun. Pendapatan premi asuransi umum dan reasuransi tepat di bawahnya, yakni sebesar Rp 18,59 triliun. Nominal terkecil dicapai asuransi wajib dengan Rp 1,87 triliun.

 

Sementara itu, mengutip publikasi di laman resmi Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di kuartal IV-2020 kinerja  industri asuransi jiwa mencatat tren peningkatan.  Kondisi tersebut ditunjukkan lewat naiknya pendapatan, pendapatan premi, hasil investasi, dan pembayaran klaim dan manfaat kepada nasabah.

Data AAJI menunjukkan peningkatan pendapatan naik 81,7 % di triwulan keempat  2020 menjadi Rp 91,86 triliun, dibandingkan triwulan ketiga 2020 yakni Rp 50,56 triliun. Meskipun begitu,  jika membandingkan secara tahunan atau year on year (yoy), pendapatan industri asuransi jiwa di triwulan keempat 2020 cenderung melambat 8,6% menjadi Rp 215,42 triliun. Sebab, pendapatan pada periode yang sama di 2019 mampu mencapai Rp 235,80 triliun.

Adapun untuk total pendapatan premi baru melalui saluran bancassurance meningkat dari Rp 63,45 triliun di triwulan keempat 2019 menjadi Rp 70,89 pada tahun berikutnya. Untuk kanal agensi, data AAJI menunjukan total pendapatan premi baru melambat dari Rp 37,04 triliun pada kuartal keempat 2019 menjadi Rp 25,15 triliun pada periode yang sama di  2020 sebagai dampak dari pandemi Covid-19. 

Sementara itu, komitmen industri asuransi jiwa untuk melaksanakan kewajibannya kepada nasabah terlihat dari tren peningkatan pembayaran klaim dan manfaat sepanjang tahun 2020, yaitu:

  • Total klaim dan manfaat pada kuartal keempat 2020 meningkat 5,7% menjadi Rp 41,49 triliun dibandingkan dengan kuartal ketiga 2020 sebesar Rp 39,25 triliun.
  • Klaim akhir kontrak pada kuartal keempat 2020 meningkat 92,5% menjadi Rp 6,03 triliun dibandingkan dengan kuartal ketiga 2020 sebesar Rp 3,13 triliun.
  • Klaim meninggal dunia pada kuartal keempat 2020 meningkat 4,2% menjadi Rp 3,44 triliun dibandingkan kuartal ketiga 2020 sebesar Rp 3,30.
  • Total klaim terkait Covid-19 sampai dengan Oktober 2020 mencapai Rp 661 miliar dibayarkan kepada 9.128 pemegang polis, meskipun pemerintah menyatakan bahwa Covid-19 merupakan pandemi. 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait