Perdana Melantai di Bursa, Harga Saham Ultra Voucher Naik 10%

Ultra Voucher melantai di bursa dengan melepas 500 juta unit saham ke publik atau setara 25% saham. Dengan harga penawaran Rp 100 per saham, Trimegah Karya mampu meraup dana IPO senilai Rp 50 miliar.
Intan Nirmala Sari
27 Juli 2021, 09:58
Karyawan melintas di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (11/5/2021). IHSG pada perdagangan menjelang libur cuti lebaran 2021 ditutup melemah 37,44 poin atau 0,6 persen ke level 5.938,
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.
Karyawan melintas di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (11/5/2021). IHSG pada perdagangan menjelang libur cuti lebaran 2021 ditutup melemah 37,44 poin atau 0,6 persen ke level 5.938,35.

PT Trimegah Karya Utama Tbk (UVCR) menjadi perusahaan tercatat ke-27 di Bursa Efek Indonesia (BEI) 2021 melalui skema pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO), Selasa (27/7). Harga saham Trimegah Karya atau Ultra Voucher tersebut dibuka naik 10% ke level Rp 110 per saham.

Berdasarkan RTI, kenaikan harga saham Ultra Voucher berasal dari transaksi 1,81 juta unit saham, dengan frekuensi 243 kali. Berdiri sejak 2014, Trimegah Karya merupakan perusahaan teknologi yang bergerak di industri voucher belanja atau gift card, baik berupa fisik maupun digital.

Ultra Voucher melantai di bursa dengan melepas 500 juta unit saham ke publik atau setara 25% saham. Dengan harga penawaran Rp 100 per saham, Trimegah Karya mampu meraup dana IPO senilai Rp 50 miliar.

Direktur Utama Ultra Voucher Hady Kuswanto mengatakan, langkah  IPO dipilih sebagai upaya memperkuat dan memperluas bisnis perusahaan. Sekaligus untuk mempercepat pengembangan bisnis dan investasi.

Advertisement

Hady menilai lewat IPO, perusahaan memiliki akses keuangan dan jejaring bisnis lebih luas. Diharapkan, itu mampu mengoptimalkan peluang pasar untuk tumbuh cepat, termasuk dengan upaya digitalisasi yang tengah dilakukan UVCR saat ini.

“Melalui transformasi bisnis yang terukur dan disiplin, kami menyiapkan diri untuk membuka jaringan hingga ke pasar ASEAN,” katanya.

Direktur Ultra Voucher Riky Boy Permata menjelaskan, pengembangan bisnis Ultra Voucher didukung empat kanal distribusi utama, yakni Business to Business (B2B), e-commerce, direct to retail, dan reseller. Pengembangan bisnis juga didukung sumber daya manusia berpengalaman di dunia teknologi digital.

Ke depan, Ultra Voucher bakal melakukan transformasi bisnis yakni pengembangan produk lebih besar. Hal itu untuk mempertahankan bisnis positif. Pada Maret 2021 penjualan tumbuh 110,69% menjadi Rp 194,48 miliar dibanding penjualan per Maret 2020. Laba bersih juga melonjak 119,46% menjadi Rp 543,59 juta.

“Ultra Voucher menjadi platform technology enabler bagi partner kami dengan tiga faktor utama yang dimiliki, yaitu voucher issuance, voucher distribution dan voucher redeemtion,” ujar Riky.

Saat ini Ultra Voucher telah menjalin kerja sama dengan 300 brand dan lebih dari 40.000 outlet di seluruh Indonesia. Adapun merchant yang bekerjasama berasal dari berbagai segmen, yakni beauty & relaxation, departement Store, e-commerce, entertainment, food & beverage (F&B), hotel & travel, accessories & jewelry, lifestyle, investment, dan lain-lain.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait