Harga Emas Tak Banyak Bergerak di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Untuk pembelian kembali, harga emas Antam stagnan di level Rp 837 ribu per gram pada Rabu (28/7).
Image title
28 Juli 2021, 09:53
Pramuniaga menata harga emas batangan di Cikini Gold Center, Jakarta, Selasa (7/4/2020). Harga emas Antam pada Selasa (7/4/2020) melonjak Rp32.000 per gram menjadi Rp963.000 yang merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Kenaikan tersebut sejalan denga
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/hp.
Pramuniaga menata emas batangan di Cikini Gold Center, Jakarta, Selasa (7/4/2020). Harga emas Antam pada Selasa (7/4/2020) melonjak Rp32.000 per gram menjadi Rp963.000 yang merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Kenaikan tersebut sejalan dengan harga emas dunia yang melesat akibat beragam stimulus yang diberikan untuk meredam dampak virus Corona (COVID-19).

Pergerakan harga emas global masih bertahan di kisaran US$ 1.800 per troy ons pada perdagangan Rabu (28/7) dan membuat harga emas Antam stagnan. Kondisi tersebut terjadi di tengah lonjakan kasus Covid-19. Selain itu, pelaku pasar masih menanti arah kebijakan moneter dari rapat Bank Sentral AS (The Fed) pekan ini.

Harga emas PT Aneka Tambang Tbk hari ini bertahan di level Rp 940 ribu per gram. Mengutip laman Logam Mulia, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam juga stagnan di Rp 837 ribu per gram pada Rabu (28/7).

Sementara itu, melansir Bloomberg pada perdagangan pagi ini, harga emas commodity exchange (Comex) untuk kontrak Desember 2021 naik 0,11% ke level US$ 1.805,9 per troy ons. Sedangkan untuk emas spot (XAUUSD) naik 0,21% ke level US$ 1.802,9 per troy ons. Adapun untuk indeks dolar AS spot naik 0,04% ke 92,47.

Advertisement

Kepala strategi TD Securities Bart Melek mengatakan kalau pergerakan harga emas perlu dilihat dari perspektif lintas aset. Itu termasuk pergerakan harga obligasi dan imbal hasil kuat di pasar ekuitas yang membuat aliran modal ke pasar emas terhambat.

“Untuk menembus lebih tinggi, harus ada beberapa hal negative dan sekarang itu dimanifestasikan imbal hasil obligasi,” kata Melek dilansir dari Reuters, Selasa (27/7).

Selain itu, pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan Bank Sentral AS (The Fed) dalam merespon data inflasi Amerika Serikat (AS). Sementara itu, perkembangan kasus Covid-19 untuk varian Delta turut meningkatkan ancaman pemulihan ekonomi global.

Analis senior FXTM Lukman Otunuga memprediksi harga emas akan bertahan di kisaran US$ 1.800 per troy ons sepanjang pertemuan The Fed pekan ini. Sikap bank sentral yang hawkish dinilai mampu memberikan pukulan berat terhadap harga emas.

“Namun, pertemuan yang dipenuhi tanda tanya dapat meninngkatkan daya tarik logam mulia dan memungkinkan harga bergerak lebih tinggi,” kata Otunuga.

Nilai pada emas perhiasan dan emas untuk investasi berbeda. Hal tersebut bergantung pada tingkat gramasi dan kandungan emas murni pada produk tersebut. Umumnya, emas batangan dipilih untuk investasi, karena semakin besar gramasi semakin baik harga yang diperoleh atau mendekati pergerakan harga emas global.

Selain emas batangan, saat ini sudah banyak platform yang menawarkan investasi secara digital, sehingga mempermudah masyarakat dalam bertransaksi hingga menyimpan emas.

Berikut adalah harga emas batangan di butik Logam Mulia Antam pada Rabu (28/7):

- Harga emas batangan 0,5 gram                      Rp 520.000

- Harga emas batangan 1 gram                          Rp 940.000

- Harga emas batangan 10 gram                        Rp 8.895.000

- Harga emas batangan 25 gram                        Rp 22.112.000

- Harga emas batangan 50 gram                       Rp 44.145.000

- Harga emas batangan 100 gram                     Rp 88.212.000

 

 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait