Harga Emas Antam Akhir Pekan Tak Bergeser Akibat Dolar AS Masih Tinggi

Intan Nirmala Sari
13 Agustus 2021, 09:25
harga emas, investasi, dolar AS, amerika serikat, the federal reserve, berita hari ini
ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
Pramuniaga menunjukkan emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) di sebuah gerai emas di Malang, Jawa Timur, Senin (6/1/2020). Pengusaha emas setempat mengaku kenaikan harga emas Antam terutama untuk berat satu gram yang mencapai rekor tertinggi yakni Rp819.000, membuat permintaan logam mulia tersebut menurun sekitar 15 persen.

Penguatan indek dolar Amerika Serikat (AS) di akhir pekan (13/8) membuat pergerakan harga emas tertahan dan cenderung moderat. Kemarin, harga emas sempat menyentuh level US$ 1.800 per troy ons berkat data inflasi AS bulan lalu yang menembus rekor 13 tahun ke level 5,4%.

Harga emas PT Aneka Tambang Tbk akhir pekan ini dibuka stagnan atau tidak bergerak dari level Rp 932 ribu per gram. Begitu juga dengan harga buyback atau pembelian kembali emas Antam yang bertahan di level Rp 810 ribu per gram, sebagaimana dikutip dari laman Logam Mulia, Jumat (13/8).

Sementara itu, melansir Bloomberg pada perdagangan pagi ini, harga emas commodity exchange (Comex) untuk kontrak Desember 2021 naik 0,13% ke level US$ 1.754 per troy ons. Sedangkan untuk emas spot (XAUUSD) naik 0,11% ke level US$ 1.754,8 per troy ons. Adapun untuk indeks dolar AS spot turun 0,04% ke 92,99.

Melansir Reuters, indeks dolar AS bertahan di level tertingginya dalam empat bulan terakhir. Hal itu didukung data harga produsen AS yang membukukan kenaikan lebih dari satu dekade. Sementara itu, Data Departemen Tenaga Kerja AS mencatat tingkat pengajuan klaim tunjangan pengangguran turun pekan lalu seiring pemuluhan ekonomi.

Rekor inflasi AS Juli 2021 sempat meningkatkan ekspektasi pasar kalau Bank Sentral AS (The Fed) tidak akan mempercepat pengetatan kebijakan moneternya. Namun, kekhawatiran akan kenaikan harga terus membenani berbagai hal, termasuk harga surat utang atau obligasi.

Instrumen investasi seperti emas kerap dijadikan aset lindung nilai atau safe haven saat inflasi mengalami kenaikan. Di sisi lain, potensi kenaikan suku bunga The Fed akan meningkatkan biaya pemegang emas batangan dan berpotensi memberikan imbal hasil atau return lebih kecil.

“Jika harga terus diperdagangkan sideways dalam waktu dekat, itu menunjukkan lonjakan harga cenderung lebih rendah,” kata Analis Senior Kitco Metals, Jim Wyckoff dilansir dari Reuters, Kamis (12/8).

Nilai pada emas perhiasan dan emas untuk investasi berbeda. Hal tersebut bergantung pada tingkat gramasi dan kandungan emas murni pada produk tersebut. Umumnya, emas batangan dipilih untuk investasi, karena semakin besar gramasi semakin baik harga yang diperoleh atau mendekati pergerakan harga emas global.

Selain emas batangan, saat ini sudah banyak platform yang menawarkan investasi secara digital, sehingga mempermudah masyarakat dalam bertransaksi hingga menyimpan emas.

Berikut adalah harga emas batangan di butik Logam Mulia Antam pada Jumat (13/8):

- Harga emas batangan 0,5 gram                      Rp 516.000

Advertisement

- Harga emas batangan 1 gram                          Rp 932.000

- Harga emas batangan 10 gram                        Rp 8.815.000

- Harga emas batangan 25 gram                        Rp 21.912.000

- Harga emas batangan 50 gram                       Rp 43.745.000

- Harga emas batangan 100 gram                     Rp 87.412.000

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait