Komisaris Perusahaan Tambang Grup Bakrie, Rosan Mundur dari Jabatan

Mantan Ketua Kadin Rosan P Roeslani menjabat sebagai Komisaris di beberapa perusahaan Grup Bakrie. Selain Bumi Resources, Rosan juga menjabat di Visi Media Asia atau VIVA.
Image title
25 Agustus 2021, 18:50
Grup Bakrie, Rosan P Roeslani, Saham BUMI, Saham VIVA
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Rosan P. Roeslani, Kepala Kamar Dagang Indonesia dalam acara HSBC X Katadata.co.id Indonesia Economic Update “The Golden Moment of Indonesia Economy” di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat (30/4).

Komisaris perusahaan tambang Grup Bakrie, PT Bumi Resources Tbk atau BUMI, Rosan Perkasa Roeslani mundur dari jabatan. Hal tersebut dilakukan usai Presiden Joko Widodo menunjuknya menjadi Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat (AS). 

Direktur & Corporate Secretary Bumi Resources Dileep Srivastava mengatakan, pengunduran diri Rosan dari jabatannya sebagai Komisaris Utama dan Komisaris Independen berlaku sejak Selasa (24/8). Pernyataan tersebut disampaikan Dileep melalui keterbukaan informasi kepada investor, Rabu (25/8).

"Sebagai proses lebih lanjut atas pengunduran diri Komisaris Perseroan, kami akan melaksanakan proses sebagaimana yang diatur dalam Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Dileep.

Jabatan Rosan di Bumi Resources baru seumur jagung. Pasalnya, Rosan baru diangkat sebagai Komisaris Utama pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar 16 September 2020 lalu, alias belum genap satu tahun.

Rosan juga menduduki jabatan sebagai Presiden Komisaris di perusahaan Grup Bakrie lainnya, yakni PT Visi Media Asia Tbk (VIVA). Meski begitu, hingga berita ini ditulis, belum ada pengumuman resmi dari VIVA terkait jabatan Rosan.

Rosan merupakan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) periode 2015-2020. Dilansir dari laman resmi Kadin, Rosan merupakan pendiri Recapital Advisor, perusahaan di bidang jasa keuangan. Rosan merintis karir bisnis seusai menuntaskan kuliah S2 di Eropa dengan meraih gelar MBA.

Intuisi bisnisnya langsung diuji krisis 1997-1998. Bersama dua rekannya, Rosan mampu membaca peluang di tengah guncangan ekonomi global, terutama berkat keahlian dan keandalannya dalam menganalisa dan mengembangan investasi dan diversifikasi portofolio maupun dalam menginisiasi proses merger dan akuisisi.

Program restrukturisasi atas sejumlah perusahaan besar Tanah Air perlahan-lahan menguatkan pondasi bisni Rosan bersama Recapital. Hingga akhirnya, pengusaha yang aktif dalam organisasi pengusaha (HIPMI & KADIN) ini bisa memiliki portofolio dan posisi dalam sejumlah perusahaan ternama lainnya. Dia juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Melansir RTI, pada perdagangan Rabu (25/8) saham BUMI ditutup menguat alias naik 1,89% di level Rp 54 per saham. Di sisi lain, saham VIVA ditutup stagnan atau diam di tempat pada level Rp 54 per saham.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait