Jelang Liga 1, Harga Saham Bali United Malah Anjlok 26% Sepekan

Saham PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA), pengelola Bali United turun 6,82% pada penutupan perdagangan Jumat (27/8) ke level Rp 820 per saham.
Image title
27 Agustus 2021, 20:09
Bali United, saham BOLA, sepak bola
ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/hp.
Pesepak bola Bali United Ilija Spasojevic (kanan) mencoba melewati pesepak bola Persita Tangerang Kevin Gomes (kiri) saat pertandingan Piala Menpora 2021, di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (2/4/2021). Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 1-1 dan Bali United dipastikan lolos ke babak delapan besar.

Juara bertahan Bali United menjadi pembuka pertama kompetisi BRI Liga 1 musim 2021-2022 berhadapan dengan Persik Kediri, Jumat (27/8). Laga pembuka kompetisi sepak bola kasta tertinggi Tanah Air itu dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.  

Sayangnya, jelang bergulirnya kompetisi tersebut harga saham PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA), pengelola Bali United malah mengalami penurunan. Sejak penutupan perdagangan 20 Agustus 2021, harga saham Bali United turun secara kumulatif 26,13% hingga perdagangan, Jumat (27/8) di harga Rp 820 per saham.

Pada perdagangan 20 Agustus 2021, harga saham Bali United ditutup turun hingga 6,76% ke level Rp 1.035 per saham. Lalu pada perdagangan selanjutnya, 23 Agustus 2021, harganya kembali melanjutkan penurunan 6,76% menjadi Rp 965 per saham.

Harga saham klub milik pebisnis Pieter Tanuri ini ditutup turun 5,18% menjadi Rp 915 per saham pada 24 Agustus 2021. Namun pada Rabu (25/8) harga saham BOLA sempat ditutup menghijau alias naik 2,19% menjadi Rp 935 per saham. Tapi, dalam dua hari berikutnya, saham perusahaan Bali United itu kembali ditutup turun masing-masing 5,88% menjadi Rp 880 dan 6,82% ke level Rp 820 per saham.

Padahal, saham Bali United mendapatkan sentimen positif di tengah kepastian kembali bergulirnya Liga 1, setelah lebih dari setahun dihentikan karena pandemi Covid-19. "Bergulirnya Liga 1 Indonesia, sebenarnya merupakan sebuat sentimen positif (untuk saham Bali United)," kata Analis Panin Sekuritas William Hartanto kepada Katadata.co.id, Jumat (27/8).

William mengatakan, penurunan signifikan dalam beberapa hari ke belakang disebabkan aksi investor dalam mengambil keuntungan. Pasalnya, harga saham Bali United memang sempat naik signifikan dan mendapat pemantauan khusus dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Harga saham Bali United mengalami kenaikan hingga 236,36% hanya dalam tempo 10 hari perdagangan saja. Pada penutupan perdagangan 26 Juli 2021, harganya ditutup Rp 330 per saham. Sementara pada penutupan 9 Agustus 2021 mencapai Rp 1.110 per saham. Sepanjang 2021, harga saham BOLA diketahui sudah naik 400% dan sempat menyentuh level tertingginya di Rp 1.155 per saham.

Sayangnya, meski mendapat sentimen positif bergulirnya Liga 1, secara teknikal saham bali United masih berpotensi mengalami penurunan lagi. William mengatakan, area support atau level bawah untuk saham BOLA berada di harga Rp 785 per saham, sementara resistance atau level atas berada di harga Rp 970 per saham.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait