Peserta dan Dana Kelolaan Kecil, Dana Pensiun Inhutani Dibubarkan OJK

OJK menghimbau peserta Dana Pensiun Inhutani tetap tenang, karena dana peserta akan dialihkan ke Dana Pensiun Lembaga Keuangan sesuai ketentuan berlaku.
Image title
1 September 2021, 17:13
OJK, Otoritas Jasa Keuangan, Dana pensiun, Inhutani
Arief Kamaludin | Katadata

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan pembubaran perusahaan Dana Pensiun Inhutani, terhitung sejak Selasa (31/8). Adapun alasan pembubaran dilakukan sesuai permohonan pendiri Dana Pensiun Inhutani yakni PT Inhutani I.

Langkah pembubaran dilakukan melalui Keputusan Dewan Komisioner (KDK) Nomor KEP-85/D.05/2021 tanggal 24 Agustus 2021 tentang Pembubaran Dana Pensiun Inhutani. Adapun alasan dana pensiun dibubarkan karena kompetensi pengurus tidak memenuhi syarat kepengurusan.

"Jumlah peserta dan dana kelolaan sedikit, serta untuk efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan program pensiun, maka program pensiun dialihkan ke Dana Pensiun Lembaga Keuangan," kata Deputi Komosioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) I OJK, Anggar Budhi Nuraini dalam keterangan resminya, Selasa (31/8).

Selanjutnya, tim likuidasi akan bertugas melaksanakan proses likuidasi sesuai ketentuan peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor:9/POJK.05/2014 tentang Pembubaran dan Likuidasi Dana Pensiun. Adapun tim likuidasi Dana Pensiun Inhutani dipimpin Suroto sebagai ketua dan Joko Purwanto selaku anggota.

"Otoritas menghimbau kepada peserta Dana Pensiun Inhutani untuk tetap tenang, karena dana peserta akan dialihkan ke Dana Pensiun Lembaga Keuangan dengan memenuhi ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Berdasarkan hasil penelusuran Katadata.co.id, PT Inhutani I selaku pendiri Dana Pensiun Inhutani merupakan perusahaan pengelolaan hutan alam dan pembangunan hutan tanaman di Kalimantan Timur. Sedangkan Dana Pensiun Inhutani memiliki alamat di Jalan KH Ahmad Dahlan No. 69 Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Inhutani I berdiri sejak 1973 dan merupakan anak usaha dari Perum Kehutanan Negara atau Perhutani. 

Perhutani juga memiliki anak usaha yang bergerak di bisnis dana pensiun yakni, Dana Pensiun Perhutani alias DPPHT. Melansir laman resmi Dana Pensiun Perhutani, per Desember 2020 perusahaan memiliki jumlah peserta aktif sebanyak 4.714 orang. Sedangkan jumlah peserta pasif mencapai 14.027 peserta. Adapun jumlah aset perusahaan berkisar Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun hingga akhir tahun lalu.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait