Ahli Waris Samsung Jual Saham untuk Bayar Pajak Warisan Rp 140 Triliun

Dana hasil penjualan saham akan digunakan untuk membayar pajak warisan Samsung Group yang mencapai 12 triliun won atau setara US$ 10 miliar (Rp 140 triliun)
Image title
10 Oktober 2021, 10:46
samsung, pajak, korea selatan, teknologi
KATADATA/

Ahli waris Bos Samsung Group Lee Kun Hee, berencana menjual saham beberapa perusahaan afiliasi grup senilai US$ 1,8 miliar. Dana hasil penjualan tersebut, rencananya akan digunakan untuk membayar pajak warisan Samsung Group yang mencapai 12 triliun won atau setara US$ 10 miliar.

Melansir Bloomberg, istri mendiang Lee Kun Hee yakni Hong Ra Hee diketahui telah menandatangani perjanjian perwakilan dengan Bank Kookmin untuk melepas 19,9 juta saham atau 0,33% saham di Samsung Electronics Co, menurut dokumen. Penandatanganan dilakukan pada 5 Oktober 2021, dengan nilai saham diperkirakan mencapai 1,4 triliun won, berdasarkan harga penutupan saham akhir pekan lalu, yakni 71.500 won.

Ketika proses pelepasan beberapa saham selesai, saham Hong Ra Hee di Samsung Electronics diperkirakan bakal turun menjadi 1,97%, dari porsi saat ini 2,3%, dilansir dari The Korea Herald, Sabtu (9/10).

Selain itu, putri bos Samsung Group yakni Lee Boo Jin dan Lee Seo Hyun juga menandatangani perjanjian serupa dengan Bank Kookmin pekan lalu. Masing-masing putri Lee Kun Hee tersebut, menjual 1,5 juta saham atau 1,95% saham di Samsung SDS Co, menurut dokumen terpisah.

Boo-jin yang mengepalai afiliasi lain, yakni Hotel Shilla Co., mengumumkan rencana pelepasan saham di Samsung SDS Co., senilai 242,2 miliar won. Sedangkan Seo Hyun yang mengepalai salah satu yayasan Samsung, yakni Samsung Welfare Foundation juga menjual 242,2 miliar won saham di Samsung SDS Co.

Seo Hyun juga melakukan perjanjian perwakilan dengan bank Korea Selatan, untuk melepas 3,46 juta saham atau 1,73% saham di Samsung Life Insurance Co pada 24 Desember. Adapun nilai kepemilikannya mencapai 247,3 miliar won.

Dilansir dari The Korea Herald, taipan Kun Hee diperkirakan meninggalkan aset hingga 26 triliun won, termasuk saham senilai 19 triliun won. Orang kaya asal Negeri Ginseng tersebut tutup usia pada 25 Oktober 2020.

Adapun estimasi total gabungan saham yang dijual ahli waris Samsung Group tersebut mencapai 2,1 triliun won. April lalu, anggota keluarga Samsung berencana membayar 12 triliun won pajak warisan selama lima tahun ke depan. Jumlah tersebut lebih dari setengah nilai total harta mendiang Bos Samsung, Lee Kun Hee.

Korea Selatan memiliki salah satu tarif pajak warisan tertinggi di dunia. Sementara itu, masalah pajak diawasi secara ketat oleh investor karena akan memengaruhi kepemilikan saham keluarga Lee di perusahaan produsen cip raksasa tersebut.

 

Dalam sebuah pernyataan, Samsung mengatakan bahwa pembayaran pajak warisan perusahaan tersebut menjadi salah satu yang terbesar di Korea dan secara global, sebagaimana dilansir dari BBC, April lalu.

Tarif pajak warisan Korea Selatan adalah yang tertinggi kedua di dunia setelah Jepang. Premi dapat ditambahkan ke saham jika almarhum memiliki kepentingan pengendali di sebuah perusahaan. Itu juga berpotensi bagi ahli waris memperoleh tingkat pajak yang lebih tinggi.

Sebagai perbandingan, pajak warisan di Amerika Serikat (AS) dan Inggris berkisar 40% dari total kekayaan. Sedangkan pajak warisan di seluruh Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan, rata-rata 15%.

Lee Kun Hee yang wafat di usia 78 tahun juga telah menyumbangkan beberapa asetnya. Itu termasuk koleksi barang antik dan lukisan yang disumbangkan ke Museum Nasional Korea dan organisasi budaya lainnya.

Koleksi tersebut termasuk karya seniman Marc Chagall, Pablo Picasso, Paul Gauguin, Claude Monet, Joan Miro dan Salvador Dali. Laporan media mengatakan, sumbangan tersebut akan mengurangi kewajiban pajak keluarga. 

Di sisi lain, salah satu pewaris Samsung mendapat hukuman penjara karena skandal suap. Kepala Samsung Electronics, Jay Y. Lee saat ini dipenjara selama dua tahun enam bulan. Ini karena keterlibatannya dalam skandal suap yang melibatkan mantan Presiden Park Geun Hye. 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait