Boy Thohir Bakal Mundur dari Bangku Komisaris Surya Esa Perkasa

Surya Esa Perkasa merupakan perusahaan kilang LPG (liquefied petroleum gas). Usai mundur dari jabatan Direktur Utama ESSA, Boy Thohir bergeser jabatan menjadi Komisaris ESSA pada 2020.
Image title
19 Januari 2022, 13:25
boy thohir, saham essa
KATADATA
boy thohir

Konglomerat Garibaldi Thohir bakal mundur dari bangku Komisaris PT Surya Esa Perkasa Tbk alias ESSA. Pria yang akrab disapa Boy Thohir tersebut telah mengajukan rencana pengunduran diri pada Senin (17/1).

Berdasarkan laman Bursa Efek Indonesia (BEI), rencana mundurnya Boy Thohir telah disampaikan Surya Esa kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melalui surat pemberitahuan rencana pengunduran diri, Rabu (19/1). Adapun rencana pengunduran diri tersebut akan efektif pada tanggal pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

“RUPS  rencananya akan dilaksanakan paling lambat April 2022 atau 90 hari dari surat pengunduran diri,” kata Corporate Secretary ESSA, Erfine Kumala Furi, Rabu (19/1).

Surya Esa Perkasa merupakan perusahaan kilang LPG (liquefied petroleum gas) yang mengoperasikan Pabrik Kilang LPG dan Amoniak swasta terbesar di Indonesia. Perusahaan ini berdiri sejak 2006 dan mulai melantai di BEI pada September 2012 dengan kode saham ESSA.

Advertisement

Boy Thohir mundur sebagai Direktur Utama ESSA pada Januari 2020 dan bergeser posisi menjadi Komisaris Surya Esa di tahun yang sama. Berdasarkan RTI Bussiness, hingga 31 Desember 2021 Garibaldi Thohir masih menguasai 3,6 % atau setara 564,9 juta lembar saham ESSA.

Sejatinya, pria kelahiran 1 Mei 1965 tersebut lebih akrab dikenal sebagai bos perusahaan tambang batu bara PT Adaro Tbk. Boy merupakan anak dari pemilik Astra Group, Muhammad Teddy Thohir dan juga kakak dari Menteri BUMN, Erick Thohir. 

Boy merupakan lulusan Business Administration University of Southern California, AS pada 1988. Setahun kemudian, Boy memperoleh gelar MBA dari Northrop University, California, AS.

Kariernya mulai melejit ketika dia mendirikan PT WOM (Wahana Ottomitra Multiartha) Finance pada 1997. Dalam wawancara dengan Forbes Asia, Boy mengatakan WOM Finance merupakan salah satu investasi terbaiknya sebelum menaruh modal di Adaro Energy.

Pada 8 Desember 2020, Forbes mencatat nama Boy sebagai orang terkaya nomor 15 di Indonesia dengan harta US$ 1,65 miliar atau setara Rp 23,6 triliun. Kini, Adaro adalah perusahaan batu bara terbesar kedua di Indonesia, setelah PT Kaltim Prima Coal.

Teranyar, Boy resmi mengakuisisi 34,64 % atau 2,46 miliar saham PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) dari pemegang saham pengendalinya, Advance Wealth Finance Ltd (AWF). AWF diketahui merupakan perusahaan milik konglomerat Patrick Walujo yang menaungi Grup Northstar.

Di samping itu, Boy Thohir merupakan Komisaris Independen GoTo, sedangkan Patrick Walujo merupakan pucuk pimpinan Northstar Group, salah satu pemilik saham GoTo. Adapun Trimegah, terus mengembangkan teknologi digital di tengah rencana pergantian pemilik.


News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait