Didakwa Halangi Penyidikan, Brigjen Hendra Malah Puji Jaksa Penuntut

Jaksa Penuntut Umum mendakwa Hendra melakukan obstruction of justice atau perintangan penyidikan
Ade Rosman
19 Oktober 2022, 13:09
Jaksa dakwa Brigjen Hendra
Katadata / Wahyu Dwi Jayanto
Brigjen Hendra Kurniawan dan Kombes Agus Nurpatria, tersangka kasus pembunuhan Brigadir J (Yoshua Hutabarat), menggunakan baju tahanan di Kejaksaan Agung RI, (05/10/2022).

Jaksa Penuntut Umum mendakwa mantan Karo Paminal Propam Polri Brigjen Hendra Kurniawan telah melakukan obstruction of justice atau perintangan penyidikan dalam kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Dalam dakwaan yang dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Rabu (19/10) Hendra disebut telah melakukan tindak pidana menghalangi proses penyidikan. 

Jaksa menyatakan Hendra melakukan perintangan penyidikan bersama-sama dengan Ferdy Sambo, Kombes Agus Nurpatria, AKBP Arif Rachman Arifin, Kompol Chuck Putranto, Kompol Baiquni Wibowo, dan AKP Irfan Widyanto.

Atas dakwaan tersebut Hendra tak mengajukan nota keberatan atau eksepsi. Alih-alih menolak, ia malah memberikan dukungan atas upaya pengungkapan kasus yang tengah dilakukan jaksa.

"Tidak ada eksepsi, justru menyampaikan apresiasi penuntut umum," ujar kuasa hukum Brigjen Hendra, Henry Yosodiningrat saat memberi tanggapan atas dakwaan JPU. 

Advertisement

Dalam tanggapannya, Henry tak lupa memanjatkan doa untuk Brigadir J. Ia pun menyampaikan apresiasi atas kerja para jaksa. 

"Kami sampaikan penghargaan juga kepada rekan-rekan penuntut umum, yang telah membuat uraian peristiwa sedemikian lengkap mengenai perbuatan yang didakwakan terhadap terdakwa," katanya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum menyatakan tindakan melawan hukum dilakukan Hendra dalam periode 9 sampai 14 Juli 2022, pasca peristiwa pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Sambo. Dalam surat dakwaan, jaksa menyebut Brigjen Hendra merupakan orang yang memerihkan bawahannya untuk menyisir seluruh CCTV di sekitar area rumah dinas Ferdy Sambo. 

Selain itu ia juga meminta agar bawahannya mempercayai skenario yang telah disampaikan Ferdy Sambo. Padahal, skenario itu tak sesuai dengan CCTV di kasus pembunuhan Brigadir J. 

Atas perbuatannya, Jaksa mendakwa Hendra dengan Pasal 49 jo Pasal 33 UU 19/2016-11/2008 tentang ITE, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, subsider Pasal 48 ayat (1) jo Pasal 32 ayat (1) UU 19/2016-11/2008, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan/atau Pasal 233 KUHP, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Subsider Pasal 221 ayat (1) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 

"Turut serta melakukan perbuatan dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan tindakan apapun yang berakibat terganggunya sistem elektronik dan/atau mengakibatkan sistem elektronik menjadi tidak bekerja sebagaimana mestinya," kata jaksa saat membacakan dakwaan.

Reporter: Ade Rosman
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait